Jakarta – Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta kembali mencatatkan prestasi dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Kampus negeri tersebut berhasil menempatkan dua program studi (prodi) dalam daftar prodi dengan tingkat keketatan tertinggi di Indonesia.
Pencapaian ini menegaskan meningkatnya daya tarik UPN Veteran Jakarta di mata calon mahasiswa. Persaingan masuk ke sejumlah jurusan di kampus ini diketahui sangat tinggi, dengan jumlah pendaftar jauh melampaui kuota yang tersedia.
Dalam seleksi tahun ini, hanya sebagian kecil peserta yang berhasil diterima dibandingkan total peminat. Kondisi tersebut membuat beberapa prodi di UPNVJ masuk kategori paling kompetitif secara nasional.
Persaingan Ketat di SNBP 2026
SNBP merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang berbasis prestasi akademik. Tingkat keketatan biasanya diukur dari perbandingan antara jumlah pendaftar dengan kuota yang tersedia.
Pada 2026, terdapat tujuh perguruan tinggi negeri yang memiliki prodi dengan tingkat persaingan tertinggi. UPN Veteran Jakarta menjadi salah satu yang menonjol karena mampu menempatkan dua prodi sekaligus dalam daftar tersebut.
Beberapa jurusan favorit seperti Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Akuntansi diketahui selalu dibanjiri peminat setiap tahunnya. Tingginya minat ini berbanding terbalik dengan jumlah kursi yang terbatas, sehingga peluang lolos menjadi semakin kecil.
Reputasi Kampus Semakin Meningkat
Masuknya dua prodi UPNVJ dalam daftar terketat tidak lepas dari peningkatan reputasi kampus dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai faktor seperti kualitas pendidikan, fasilitas, hingga prospek lulusan turut mendorong lonjakan minat pendaftar.
Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa UPN Veteran Jakarta kini semakin kompetitif dibandingkan perguruan tinggi negeri lainnya.
Imbauan untuk Calon Mahasiswa
Dengan tingkat persaingan yang semakin tinggi, calon peserta SNBP diimbau untuk lebih cermat dalam menentukan pilihan jurusan. Tidak hanya mempertimbangkan minat, tetapi juga peluang lolos perlu menjadi perhatian.
Strategi memilih prodi yang realistis dinilai penting agar peluang diterima di perguruan tinggi negeri tetap terbuka.









