Trump Bentuk “Board of Peace”, Respons Dunia Terbelah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato saat peluncuran Board of Peace, sebuah inisiatif diplomasi global yang digagas Amerika Serikat.
(Foto: AFP)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato saat peluncuran Board of Peace, sebuah inisiatif diplomasi global yang digagas Amerika Serikat. (Foto: AFP)

Jemarionline – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembentukan sebuah forum internasional bertajuk “Board of Peace”. Inisiatif ini diperkenalkan dalam forum global dan diklaim sebagai upaya baru untuk mendorong dialog serta penyelesaian konflik internasional.

Trump menyebut Board of Peace akan diisi oleh sejumlah negara dan tokoh yang dinilai memiliki pengaruh strategis dalam menjaga stabilitas global. Forum ini dirancang sebagai wadah konsultasi informal untuk membahas isu keamanan, konflik regional, dan upaya perdamaian dunia.

Namun, kehadiran forum tersebut langsung memicu reaksi beragam dari komunitas internasional.

Tujuan dan Konsep Board of Peace

Menurut pernyataan Trump, Board of Peace bertujuan mempercepat komunikasi antarnegara dalam menghadapi konflik global. Ia menilai mekanisme diplomasi tradisional kerap berjalan lambat dan membutuhkan pendekatan yang lebih fleksibel.

Forum ini disebut tidak menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun lembaga internasional lain. Sebaliknya, Board of Peace diposisikan sebagai forum pelengkap untuk membangun kesepahaman awal sebelum keputusan resmi diambil.

Baca Juga :  Menteri PKP Mulai Bangun Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatera, Tersebar di 197 Lokasi

Trump juga menekankan bahwa partisipasi dalam forum ini bersifat sukarela dan terbuka bagi negara yang bersedia terlibat dalam dialog.

Respons Beragam dari Dunia Internasional

Sejumlah negara menyambut pembentukan Board of Peace sebagai langkah diplomasi alternatif di tengah meningkatnya ketegangan global. Mereka menilai forum tersebut berpotensi membuka ruang komunikasi baru, terutama dalam situasi krisis.

Namun, tidak sedikit pihak yang merespons dengan skeptis. Beberapa diplomat dan pengamat internasional mempertanyakan legitimasi forum tersebut, termasuk kriteria keanggotaan dan mekanisme pengambilan keputusannya.

Kritik juga muncul terkait potensi dominasi kepentingan Amerika Serikat dalam forum tersebut, mengingat inisiatif ini digagas langsung oleh Trump.

Baca Juga :  Wagub Sumbar Vasko Ruseimy Kecelakaan di Solok Selatan, Kronologi Lengkap dan Kondisi Terkini

Pandangan Pengamat

Pengamat hubungan internasional menilai Board of Peace dapat menjadi instrumen diplomasi yang efektif jika dijalankan secara inklusif dan transparan. Namun, tanpa kejelasan struktur dan mandat, forum ini berisiko menjadi simbol politik semata.

Menurut mereka, keberhasilan forum ini akan sangat bergantung pada komitmen negara-negara peserta serta konsistensi kebijakan luar negeri Amerika Serikat ke depan.

Implikasi ke Depan

Pembentukan Board of Peace menambah daftar inisiatif diplomasi non-konvensional yang diluncurkan Trump. Di tengah dinamika geopolitik global, forum ini berpotensi menjadi alat dialog baru, namun juga bisa memicu friksi jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Dunia kini menunggu langkah konkret lanjutan, termasuk daftar negara yang terlibat dan isu apa saja yang akan menjadi fokus pembahasan awal forum tersebut.

Berita Terkait

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas
IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar
Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan
SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan
300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional
Menkeu: Pemerintah Fokus Jaga Kekuatan Fondasi Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
MAAM Laporkan Abu Janda ke Polda Sumbar Terkait Ucapan “Bar-bar”
Gunung Marapi Erupsi 6 Kali di Mei 2026, Total 47 Letusan Sepanjang Tahun Masih Status Waspada
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 23:00 WIB

Kenaikan Pertamax Dinilai Tak Picu Inflasi Besar, Pemerintah Sebut Dampaknya Terbatas

Senin, 8 Juni 2026 - 23:00 WIB

IHSG Tertekan, Ini Sinyal yang Dinilai Jadi Pemicu Pelemahan Pasar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:34 WIB

Warga Sangihe Mengungsi ke Dataran Tinggi Usai Gempa M 7,7 Guncang Filipina Selatan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:42 WIB

SIM Keliling Jakarta Hari Ini Buka di Dua Lokasi, Ini Syarat dan Biaya Perpanjangan

Minggu, 7 Juni 2026 - 06:18 WIB

300 Personel Polisi Amankan Yellow Run 2026 di GBK, Lalu Lintas Diatur Situasional

Berita Terbaru