Tragedi Siswa SD di NTT, Diduga Tertekan Biaya Sekolah Rp1,2 Juta per Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Siswa SD Bunuh Diri (Dok. Istimewa)

Surat Siswa SD Bunuh Diri (Dok. Istimewa)

Jemarionline – Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi tindakan menyakiti diri sendiri. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan psikologis, depresi, atau pikiran untuk menyakiti diri, segera cari bantuan profesional melalui psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.

Seorang siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBR (10) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, ditemukan meninggal dunia. Peristiwa ini mengguncang masyarakat setempat dan memicu perhatian luas dari berbagai pihak.

Berdasarkan penelusuran Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Ngada, YBR tercatat sebagai siswa sekolah dasar negeri yang dikenai biaya pendidikan sebesar Rp1.220.000 per tahun, dengan sistem pembayaran dicicil.

Baca Juga :  Banjir 50 Cm Rendam Jalan DI Pandjaitan Jakarta Timur, Lalin Macet

Orang tua YBR diketahui telah membayar Rp500.000 pada semester pertama. Sisa pembayaran sebesar Rp720.000 dijadwalkan untuk semester kedua dan masih dalam periode tahun berjalan.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak DPMDP3A Ngada, Veronika Milo, menjelaskan bahwa sisa biaya tersebut belum dikategorikan sebagai tunggakan, karena masih berada dalam skema cicilan yang berlaku di sekolah.

“Pembayaran dilakukan bertahap. Semester satu sudah lunas Rp500 ribu, sisanya Rp720 ribu untuk semester dua. Itu masih tahun berjalan,” ujar Veronika, Kamis (5/2/2026).

Hasil Penelusuran Tim Perlindungan Anak

Tim UPTD PPA DPMDP3A Ngada telah menemui pihak keluarga, masyarakat sekitar, serta pihak sekolah guna menggali informasi secara menyeluruh. Dalam klarifikasi tersebut, pihak sekolah membantah adanya ancaman pengusiran atau sanksi terhadap YBR akibat keterlambatan pembayaran.

Baca Juga :  BMKG Catat 34 Gempa Susulan Usai Gempa M 6,2 Guncang Pacitan

Menurut Veronika, pihak sekolah hanya menyampaikan informasi cicilan biaya pendidikan kepada para siswa untuk diteruskan kepada orang tua. Penyampaian dilakukan setelah jam sekolah dan bersifat pemberitahuan.

“Tidak ada ancaman atau pengusiran. Yang dilakukan sekolah hanya menyampaikan informasi pembayaran kepada anak-anak agar disampaikan ke orang tua,” jelasnya.

Namun, penyampaian informasi tersebut disebut dilakukan berulang kali, yang diduga dapat menimbulkan tekanan psikologis pada anak.

 

Berita Terkait

Viral Ribuan Burung Gagak Gelapkan Langit Tel Aviv, Fenomena Alam atau Pertanda?
Gudang Komputer BRIN di Cibinong Terbakar, Diduga Dipicu Bakar Sampah
Pesawat Smart Air Ditembak OTK Saat Mendarat di Korowai, Dua Pilot Tewas
Pabrik Cat di Cikupa Tangerang Terbakar, Api Sempat Membesar
Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas
Polisi Selidiki Kebakaran Pabrik Pestisida, Sungai Cisadane Tercemar
Sedan Terbalik di Tol Jagorawi, Model Diva Siregar Alami Luka Ringan
Bocah 8 Tahun di Kendari Tewas Tertabrak Alat Berat Saat Jualan Tisu
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:30 WIB

Viral Ribuan Burung Gagak Gelapkan Langit Tel Aviv, Fenomena Alam atau Pertanda?

Kamis, 19 Maret 2026 - 20:20 WIB

Gudang Komputer BRIN di Cibinong Terbakar, Diduga Dipicu Bakar Sampah

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:40 WIB

Pesawat Smart Air Ditembak OTK Saat Mendarat di Korowai, Dua Pilot Tewas

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:59 WIB

Pabrik Cat di Cikupa Tangerang Terbakar, Api Sempat Membesar

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:30 WIB

Pesawat Smart Air Ditembaki di Boven Digoel, Pilot dan Kopilot Tewas

Berita Terbaru

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat (AI)

Internasional

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

Senin, 13 Apr 2026 - 10:00 WIB