jemarionline.com – Kementerian Pertahanan menegaskan bahwa Indonesia tidak akan membangun pangkalan militer permanen di luar negeri, meskipun TNI Angkatan Laut tengah mempersiapkan diri menuju konsep blue water navy.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa strategi Indonesia tidak mengikuti pola negara besar yang memiliki pangkalan militer di berbagai belahan dunia. Sebaliknya, Indonesia memilih pendekatan yang lebih fleksibel melalui kerja sama internasional.
Tak Perlu Pangkalan di Luar Negeri
Menurut Kemhan, konsep blue water navy memang identik dengan kemampuan operasi lintas samudra yang biasanya didukung jaringan pangkalan luar negeri. Namun, Indonesia mengambil jalur berbeda.
Alih-alih membangun pangkalan permanen, Indonesia akan mengandalkan:
- akses pelabuhan di negara mitra
- dukungan logistik saat operasi jauh
- kerja sama perawatan dan perbaikan kapal
- latihan militer bersama
Pendekatan ini memungkinkan armada tetap memiliki daya jelajah tinggi tanpa harus memiliki basis militer di luar wilayah kedaulatan.
Strategi Tiga Jalur
Untuk mendukung konsep tersebut, Kemhan menyiapkan tiga jalur utama:
- Bilateral – kerja sama langsung dengan negara sahabat terkait akses pelabuhan
- Multilateral – keterlibatan dalam forum dan latihan maritim internasional
- Diplomasi industri dan logistik – kolaborasi sektor pertahanan dan dukungan operasional
Strategi ini dinilai lebih realistis dan sesuai dengan kondisi geografis serta kebijakan luar negeri Indonesia.
Fokus Awal: Green Water Navy
Sebelum benar-benar mencapai blue water navy, TNI AL masih fokus memperkuat kemampuan green water navy, yaitu kekuatan laut yang efektif di wilayah nasional dan regional.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, menegaskan bahwa penguatan di level ini menjadi fondasi penting sebelum melangkah ke operasi global.
Makna Blue Water Navy
Secara umum, blue water navy adalah kemampuan angkatan laut untuk:
- beroperasi jauh dari wilayah sendiri
- melakukan misi lintas samudra
- didukung armada besar dan sistem logistik global
Namun bagi Indonesia, konsep ini tidak harus berarti ekspansi militer ke luar negeri, melainkan peningkatan kapabilitas operasi jarak jauh berbasis kerja sama internasional.









