Serangan Rusia di Kyiv Tewaskan Satu Orang, Situasi Keamanan Kembali Memanas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustratif dari kejadian serangan sebelumnya di Kyiv, memperlihatkan respon tim darurat terhadap bangunan rusak setelah serangan.
(Foto: Reuters)

Ilustratif dari kejadian serangan sebelumnya di Kyiv, memperlihatkan respon tim darurat terhadap bangunan rusak setelah serangan. (Foto: Reuters)

Jemarionline – Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah serangan Rusia menghantam wilayah ibu kota Kyiv, yang mengakibatkan satu orang dilaporkan tewas. Insiden ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan kedua negara.

Otoritas setempat menyebutkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di area permukiman. Tim darurat segera dikerahkan untuk mengevakuasi warga dan memastikan tidak ada korban tambahan di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Ketegangan Memuncak, AS-Israel Serang Area Nuklir Iran di Bushehr

Pejabat keamanan Ukraina menyatakan bahwa situasi di Kyiv sempat mencekam, meski kondisi kini berangsur terkendali. Aparat tetap disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.

Serangan ini terjadi saat Rusia dan Ukraina masih terlibat dalam pembicaraan terkait konflik yang telah berlangsung lama. Namun, eskalasi di lapangan menunjukkan bahwa proses diplomasi belum sepenuhnya mampu menurunkan intensitas perang.

Baca Juga :  Harga Bensin di AS Lampaui US$4 per Galon, Warga Keluhkan Biaya Hidup

Masyarakat internasional kembali menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan mengedepankan jalur damai. Sejumlah negara juga menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dalam setiap konflik bersenjata.

Hingga kini, pihak Rusia belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan tersebut. Sementara itu, pemerintah Ukraina terus memantau situasi keamanan dan mengimbau warga untuk tetap waspada serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Berita Terkait

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat
Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras
Kepala Militer Uganda Picu Kontroversi, Ancam Turki dan Tuntut USD 1 Miliar
Perundingan Iran–AS Diperpanjang Sehari
Jet Tempur Pakistan Disebut Ikut Jaga Wilayah Arab Saudi, Ini yang Terjadi
Siapa Saja yang Hadir dalam Negosiasi Damai Iran–AS di Islamabad
India Tuntaskan Pengadaan Ratusan Drone Kamikaze Lokal Hanya dalam 2 Bulan
Menhub Ungkap Dampak Penutupan Ruang Udara China 40 Hari, Penerbangan Global Terganggu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 10:00 WIB

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

Minggu, 12 April 2026 - 23:00 WIB

Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras

Minggu, 12 April 2026 - 21:00 WIB

Kepala Militer Uganda Picu Kontroversi, Ancam Turki dan Tuntut USD 1 Miliar

Minggu, 12 April 2026 - 13:00 WIB

Perundingan Iran–AS Diperpanjang Sehari

Minggu, 12 April 2026 - 08:00 WIB

Jet Tempur Pakistan Disebut Ikut Jaga Wilayah Arab Saudi, Ini yang Terjadi

Berita Terbaru

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat (AI)

Internasional

Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat

Senin, 13 Apr 2026 - 10:00 WIB