Saham BBRI Terkoreksi 3,91% ke Rp2.950, Asing Lepas Rp738 Miliar Saat MSCI Rebalancing

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.( Poto : investor.id ).

Ilustrasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.( Poto : investor.id ).

Jakarta, jemarionline.com – Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah tajam pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Harga saham turun 3,91% ke Rp2.950 dan mencatat posisi terendah dalam lima tahun terakhir. Investor asing menekan saham ini melalui aksi jual besar di tengah rebalancing MSCI.

Asing Tekan Saham BBRI Saat MSCI Rebalancing

Investor asing menjual bersih saham BBRI sebesar Rp738,04 miliar pada perdagangan tersebut. Aksi jual ini muncul bersamaan dengan rebalancing indeks MSCI yang berlaku pada penutupan pasar.

Kondisi ini mendorong tekanan signifikan pada harga saham BBRI. Volume transaksi juga meningkat, mencapai 1,07 miliar saham dengan frekuensi 67.818 kali dan nilai transaksi Rp3,19 triliun.

Tekanan jual asing mendominasi aliran dana di saham perbankan besar pada sesi tersebut.

Investor Domestik Serok Saat Harga Turun

Di sisi lain, investor domestik memanfaatkan pelemahan harga untuk melakukan akumulasi. Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas mencatat investor lokal membukukan net buy sekitar Rp738 miliar di saham BBRI.

Pergerakan ini menunjukkan perbedaan strategi antara investor asing dan domestik. Investor asing keluar karena penyesuaian indeks global, sementara investor lokal masuk karena melihat peluang harga murah.

Baca Juga :  Pengguna BRImo Tembus 47,8 Juta, Transaksi Capai Rp2.042 Triliun

Valuasi BBRI Masuk Zona Murah Historis

Sejumlah indikator menunjukkan saham BBRI berada pada level valuasi rendah dibandingkan rata-rata historisnya.

PBV BBRI berada di 1,32 kali, level yang lebih rendah dibandingkan rata-rata jangka panjangnya. PER BBRI juga turun ke 7,64 kali, jauh di bawah rerata standar deviasi 10 tahun sekitar 9,92 kali.

Kondisi ini membuat sebagian pelaku pasar menilai saham BBRI mulai memasuki area undervalued secara historis.

Laba BBRI Tetap Tumbuh di Awal 2026

BBRI mencatat laba bersih bank only sebesar Rp4 triliun pada April 2026. Bank membukukan pertumbuhan 3% secara tahunan (YoY), meski mencatat penurunan 2% secara bulanan (MoM).

Secara akumulasi, BBRI meraih laba Rp15,9 triliun pada empat bulan pertama 2026 (4M26). Angka itu tumbuh 6% YoY dan mencapai sekitar 27% dari target konsensus laba tahunan.

Kinerja tersebut menunjukkan aktivitas bisnis inti masih tumbuh stabil di tengah tekanan pasar.

Pendapatan Bunga dan Kredit Tetap Kuat

BBRI mencatat kenaikan Net Interest Income sebesar 7% YoY. Bank berhasil menekan beban bunga hingga turun 16% YoY sehingga menopang margin bunga bersih.

Baca Juga :  IHSG Melemah 0,46% ke 7.559, Saham BNBR dan BUMI Paling Ramai Diperdagangkan Hari Ini

Penyaluran kredit juga tumbuh 11% YoY dan melampaui target manajemen di kisaran 7–9%. Pertumbuhan kredit ini menunjukkan ekspansi bisnis tetap berjalan agresif.

Pendapatan bunga tercatat stabil meski kondisi suku bunga dan pasar mulai berubah.

Risiko Kredit Lebih Terkendali

BBRI meningkatkan kualitas pengelolaan risiko kredit sepanjang 4M26. Bank mencatat kenaikan beban provisi sebesar 2% YoY, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan kredit.

Cost of credit (CoC) turun menjadi 3,2% dari 3,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan manajemen risiko berjalan lebih efisien.

Mandiri Sekuritas Tetap Optimistis

Mandiri Sekuritas mempertahankan proyeksi positif terhadap kinerja BBRI. Sekuritas ini mencatat laba bank only tumbuh 6% YoY dengan return on equity (ROE) mencapai 15,9%.

Mandiri Sekuritas menilai tekanan inflasi dan risiko kredit masih perlu diwaspadai. Namun, mereka melihat BBRI tetap kuat berkat penguatan dana murah (CASA), manajemen risiko yang disiplin, dan standar penyaluran kredit yang lebih ketat.

Karena itu, Mandiri Sekuritas tetap memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp4.100.(ar)

Berita Terkait

IHSG Kian Melorot ke Level 5.692, Sebanyak 588 Saham Terpantau Merah
Prediksi Harga Emas Antam Jumat 5 Juni 2026, Berpotensi Turun Sebelum Rebound
Harga Emas Berbalik Naik, Kabar Baik dari Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar
Rekomendasi Saham Bareksa: BBNI, JSMR, dan INTP Diproyeksi Menguat Seiring Rebound IHSG
GOTO Buka Suara Usai Saham Didepak FTSE Russell dan Terancam Keluar dari Indeks MSCI
IHSG Anjlok ke Level Terendah 5 Tahun, Kembali Dekati Zona Pandemi
Bitcoin Turun ke Level 70.000 Dollar AS, Tekanan Datang dari Strategy dan Ketidakpastian Iran
OJK Dorong Penguatan BPR dan BPRS Lewat Roadmap 2024–2027 untuk Dukung UMKM
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:00 WIB

IHSG Kian Melorot ke Level 5.692, Sebanyak 588 Saham Terpantau Merah

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:00 WIB

Prediksi Harga Emas Antam Jumat 5 Juni 2026, Berpotensi Turun Sebelum Rebound

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:00 WIB

Harga Emas Berbalik Naik, Kabar Baik dari Timur Tengah Angkat Sentimen Pasar

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:00 WIB

Rekomendasi Saham Bareksa: BBNI, JSMR, dan INTP Diproyeksi Menguat Seiring Rebound IHSG

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:00 WIB

GOTO Buka Suara Usai Saham Didepak FTSE Russell dan Terancam Keluar dari Indeks MSCI

Berita Terbaru