Rekrutmen Kopdes dan Kampung Nelayan Dibuka, Pemerintah Tekankan Seleksi Bersih

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Pangan Zulkifli Hasan/Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Menko Pangan Zulkifli Hasan/Foto: Robby Bernardi/detikJateng

Jemarionline.com – Pemerintah membuka rekrutmen besar untuk pengurus Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini langsung menarik perhatian karena menyediakan puluhan ribu peluang kerja di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan panitia menjalankan seleksi secara terbuka. Selain itu, ia memastikan tidak ada jalur titipan dalam proses ini. Ia juga meminta semua peserta mengikuti prosedur resmi.

“Semua peserta harus bersaing secara adil tanpa jalur khusus,” tegasnya.

Pemerintah Sediakan Puluhan Ribu Posisi

Pemerintah membuka sekitar 35 ribu lebih posisi dalam program ini. Panitia menyiapkan sebagian besar posisi untuk pengelola koperasi desa. Sementara itu, panitia mengalokasikan sisanya untuk pengelola kampung nelayan.

Program ini bertujuan memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, pemerintah mempercepat pembentukan koperasi desa di berbagai wilayah.

Baca Juga :  Gebrakan Dedi Mulyadi: Rekrut Lulusan SD Jadi Tenaga Teknis Lapangan

Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja profesional terus meningkat. Karena itu, pemerintah mengajak generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam program ini.

Pendaftaran Online dan Tanpa Biaya

Panitia membuka pendaftaran melalui situs resmi yang terpusat. Peserta cukup mengisi data diri sesuai ketentuan, lalu mengikuti tahapan seleksi.

Selain itu, panitia tidak memungut biaya dalam seluruh proses rekrutmen. Oleh sebab itu, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak percaya pada pihak yang menawarkan bantuan kelulusan.

Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan, masyarakat sebaiknya segera melapor. Dengan langkah ini, panitia bisa menjaga proses seleksi tetap bersih.

Syarat Pelamar dan Seleksi Ketat

Panitia menerima pelamar dari lulusan D3 hingga S1 dari berbagai jurusan. Selain itu, pelamar harus memiliki IPK minimal 2,75 dan berusia maksimal 35 tahun.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Soroti Kelompok yang Tak Mau Kerja Sama tapi Rajin Kritik

Namun demikian, panitia tetap mengutamakan kualitas kandidat. Jika peserta memiliki nilai yang sama, panitia akan mempertimbangkan domisili sebagai faktor tambahan.

Dengan sistem ini, pemerintah ingin memastikan setiap daerah mendapatkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan.

Pemerintah Minta Masyarakat Tetap Waspada

Tingginya minat masyarakat membuka peluang munculnya penipuan. Karena itu, pemerintah meminta calon pelamar tetap berhati-hati.

Selain itu, pemerintah mengimbau masyarakat hanya mengikuti informasi dari kanal resmi. Dengan begitu, masyarakat bisa menghindari informasi yang menyesatkan.

Di sisi lain, pemerintah berharap program ini mampu melahirkan pengelola koperasi yang profesional. Dengan pengelolaan yang baik, ekonomi desa dapat tumbuh lebih cepat dan merata.

Berita Terkait

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang
WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027
MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru
Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT
Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik
KPK Tetapkan Staf Admin Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
Pengemudi Nilai BBM B50 Tetap Nyaman untuk Kendaraan Diesel
Hasil Survei Capres Terbaru: Dedi Mulyadi Salip Elektabilitas Prabowo Subianto
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 08:54 WIB

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Kamis, 3 September 2026 - 16:47 WIB

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:30 WIB

MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah di KUHP Baru

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:35 WIB

Tiga Gubernur Tinjau Penanganan Bencana Gempa Magnitudo 7,7 di NTT

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Subsidi Energi Rp 233 Triliun, Konsumsi BBM Naik

Berita Terbaru

Salah satu pelajar yang diduga keracunan menu MBG saat dilarikan di IGD RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026).Poto: kompas.com).

Nasional

Korban Keracunan MBG di Nganjuk Melonjak Tembus 127 Orang

Jumat, 4 Sep 2026 - 08:54 WIB

Ilustrasi kekeringan.(poto: ist).

Nasional

WMO Peringatkan El Nino Sangat Kuat Ancam Dunia Hingga 2027

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:47 WIB