Jemarionline,Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan bahwa Indonesia tetap akan terdampak jika Perang Dunia Ketiga benar-benar terjadi, meski tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut. Salah satu dampak terbesarnya adalah fenomena nuclear winter yang berpotensi menutup sinar matahari selama puluhan tahun.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat dan Daerah, Senin (2/2/2026), berdasarkan paparan para ahli yang membahas dampak global perang nuklir.
“Kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Kita akan terkena partikel-partikel radioaktif. Mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua,” ujar Prabowo.
Menurutnya, debu akibat ledakan nuklir dapat menyelimuti atmosfer dan menghalangi cahaya matahari dalam jangka panjang. Para ahli bahkan memperkirakan kondisi tersebut bisa berlangsung puluhan tahun.
“Akan terjadi nuclear winter. Debunya menutup matahari bukan satu atau dua tahun, tapi puluhan tahun. Ini yang sedang dibicarakan di dunia,” jelasnya.
Dalam konteks itu, Prabowo menegaskan pentingnya Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan tidak berpihak pada blok atau pakta militer mana pun.
“Saya menjalankan politik luar negeri sesuai warisan para pendiri bangsa: bebas aktif, non-align, non-blok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” tegasnya.
Namun demikian, Prabowo juga mengingatkan bahwa sikap non-blok memiliki konsekuensi tersendiri, terutama dalam hal pertahanan negara.
“Kalau kita sungguh-sungguh non-blok dan bersahabat dengan semua, berarti kita harus kuat sendiri. Kalau kita diserang, percaya sama saya, tidak akan ada yang membantu kita,” pungkasnya.









