Jemarionline – Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan sejumlah tokoh nasional di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung sekitar lima jam itu membahas berbagai isu strategis, baik dalam maupun luar negeri.
Kabar pertemuan tersebut awalnya disampaikan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menyebut Prabowo berdialog dengan tokoh-tokoh yang kerap disebut sebagai oposisi. Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan dengan tokoh oposisi, melainkan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo memanfaatkan forum tersebut untuk menjelaskan program-program pemerintah yang telah dijalankan serta mendengarkan masukan dari para tokoh. Ia juga memastikan tidak ada ketua umum atau tokoh partai politik yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Sejumlah tokoh yang diketahui hadir antara lain Peneliti Utama Politik BRIN Siti Zuhro, mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji, serta mantan Ketua KPK Abraham Samad. Dari unsur pemerintah, hadir Presiden Prabowo, Menteri Luar Negeri Sugiono, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Mayjen (Purn) Zacky Makarim.
Abraham Samad mengungkapkan, Presiden Prabowo memaparkan berbagai program pemerintah, termasuk penyelamatan sumber daya alam (SDA), hasil pertemuan World Economic Forum di Davos, serta isu global lainnya. Dalam diskusi tersebut, Samad juga diminta pandangannya terkait pemberantasan korupsi dan peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.
Samad menilai lemahnya KPK saat ini tidak terlepas dari revisi Undang-Undang KPK 2019, rekrutmen pimpinan yang bermasalah, serta kebijakan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang memecat puluhan pegawai. Selain itu, reformasi kepolisian dan fokus penyelamatan SDA juga menjadi topik pembahasan bersama.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk memerangi oligarki yang merusak dan mengeksploitasi sumber daya alam. Ia menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan pihak-pihak yang merugikan negara.
Selain isu domestik, Prabowo turut menjelaskan sikap Indonesia terkait keterlibatan dalam Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurut Prabowo, keikutsertaan Indonesia tidak bersifat mutlak dan dapat ditinjau ulang jika bertentangan dengan kepentingan kemanusiaan, khususnya terkait Palestina dan Gaza.









