Petani Sanggaran Agung Patungan Bangun Jalan Kebun, Kecewa Minim Perhatian Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bekabar.id

Foto: Bekabar.id

Kerinci, Jemarionline.com – Petani di Desa Sanggaran Agung, Kabupaten Kerinci, memilih patungan untuk membangun jalan kebun secara swadaya. Mereka mengambil langkah tersebut karena kecewa akses menuju lahan pertanian belum juga mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Jalan kebun tersebut menjadi akses penting bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian. Namun kondisi jalan yang rusak membuat aktivitas petani semakin sulit, terutama saat musim hujan tiba.

Warga mengaku sudah lama menunggu perbaikan jalan. Akan tetapi, hingga kini mereka belum melihat adanya pembangunan yang memadai di wilayah tersebut.

Karena merasa tidak bisa terus menunggu, para petani akhirnya mengumpulkan dana bersama untuk membuka dan memperbaiki akses jalan menuju area perkebunan. Langkah gotong royong itu sekaligus menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat desa dalam menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Jalan Kebun Sangat Penting bagi Petani

Mayoritas masyarakat Desa Sanggaran Agung menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian dan perkebunan.

Karena itu, kondisi jalan kebun sangat memengaruhi aktivitas ekonomi warga. Jalan tersebut menjadi jalur utama untuk membawa hasil panen seperti kayu manis, kopi, sayur-mayur, dan hasil pertanian lainnya.

Saat jalan rusak dan berlumpur, petani kesulitan membawa hasil panen keluar dari kebun. Biaya angkut juga meningkat karena kendaraan sulit melintas.

Beberapa petani bahkan harus memikul hasil panen dalam jarak cukup jauh ketika kendaraan tidak bisa masuk ke area perkebunan.

Warga menilai kondisi tersebut seharusnya mendapat perhatian serius karena sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Merangin Matangkan Revalidasi UNESCO Global Geopark

Petani Kumpulkan Dana Secara Swadaya

Karena kecewa dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki, warga akhirnya memilih melakukan pembangunan secara mandiri.

Petani mengumpulkan uang secara patungan untuk menyewa alat berat dan membeli kebutuhan pembangunan jalan kebun.

Masyarakat juga ikut turun langsung membantu proses pengerjaan di lapangan.

Semangat gotong royong terlihat kuat selama proses pembangunan berlangsung. Warga berharap jalan tersebut dapat mempermudah aktivitas pertanian dan mempercepat distribusi hasil panen.

Salah seorang petani mengaku masyarakat sebenarnya ingin pemerintah turun membantu pembangunan akses pertanian. Namun karena kondisi jalan semakin parah, warga memutuskan bergerak sendiri.

“Kami terpaksa patungan karena jalan ini sangat penting untuk kebun dan hasil panen,” ujar salah seorang warga.
Warga Kecewa Infrastruktur Minim Perhatian

Warga Sanggaran Agung mengaku kecewa karena infrastruktur pertanian di wilayah mereka belum mendapat perhatian maksimal.

Menurut masyarakat, jalan kebun memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Akses yang baik dapat mempercepat distribusi hasil pertanian dan menekan biaya transportasi.

Namun kondisi jalan yang rusak justru menghambat aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Kekecewaan warga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, masyarakat juga beberapa kali mengeluhkan kerusakan jalan di wilayah Sanggaran Agung yang tak kunjung mendapat perbaikan.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian terhadap pembangunan infrastruktur pertanian, terutama akses jalan menuju perkebunan dan sawah masyarakat.

Baca Juga :  Pemkot Sungai Penuh Gandeng Kejaksaan Kawal Pengendalian Inflasi Daerah

Infrastruktur Pertanian Dinilai Sangat Penting

Jalan usaha tani dan akses kebun memiliki fungsi penting bagi daerah yang bergantung pada sektor pertanian.

Akses jalan yang baik membantu petani mengurangi biaya produksi dan mempercepat distribusi hasil panen ke pasar.

Selain itu, infrastruktur yang memadai juga dapat meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.

Karena itu, banyak daerah mulai fokus membangun jalan usaha tani untuk mendukung produktivitas petani.

Petani Sanggaran Agung berharap pemerintah daerah dapat melihat kondisi yang mereka hadapi secara langsung.

Mereka juga berharap pembangunan infrastruktur desa tidak hanya fokus pada pusat permukiman, tetapi juga menyentuh akses pertanian yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Gotong Royong Jadi Bukti Kepedulian Warga

Meski kecewa dengan minimnya perhatian terhadap infrastruktur desa, warga Sanggaran Agung tetap menunjukkan semangat kebersamaan.

Petani saling membantu mengumpulkan dana dan tenaga demi memperbaiki akses jalan kebun yang selama ini mereka gunakan.

Langkah swadaya tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tetap berusaha mencari solusi meski menghadapi keterbatasan.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan agar pembangunan jalan kebun bisa berlanjut dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat desa.

Dengan akses jalan yang lebih baik, petani optimistis aktivitas pertanian akan menjadi lebih lancar dan hasil panen lebih mudah dipasarkan ke luar daerah. (man)

Berita Terkait

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Tolak Blokir Sertifikat Tanah, Warga Kenali Asam Mengadu ke Kanwil KemenHAM Jambi
Perumda Tirta Batanghari Tambah Jam Aliran Air Saat Kemarau
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Minggu, 20 September 2026 - 20:20 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis

Berita Terbaru

Ilustrasi: Guru memeriksa berkas pendaftaran seleksi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026 melalui portal resmi SSCASN.(poto: AI).

Nasional

Kemensos Buka 331 Formasi PPPK Guru Agama Sekolah Rakyat 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:57 WIB

Ilustrasi: OJK soroti kenaikan kredit macet pinjol yang kini capai 4,73 persen, minta platform perkuat manajemen risiko.(poto: AI).

Ekonomi

Kredit Macet Pinjol Naik, OJK Soroti Kemampuan Bayar

Sabtu, 10 Okt 2026 - 08:16 WIB