jemarionline.com – Seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, harus kehilangan pekerjaannya setelah unggahan status WhatsApp miliknya viral dan menuai kecaman publik.
Status tersebut berisi kalimat bernada sindiran, yakni menyebut “rakyat jelata kurang bersyukur”. Unggahan itu kemudian tersebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras dari warganet.
Pihak terkait membenarkan bahwa pegawai tersebut merupakan bagian dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setelah kejadian ini mencuat, yang bersangkutan langsung diberhentikan dari tugasnya sebagai bentuk sanksi tegas.
Selain pemecatan, pegawai tersebut juga diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Dalam klarifikasinya, ia mengakui bahwa kata-kata yang digunakan tidak pantas dan telah menyinggung banyak pihak.
Koordinator wilayah setempat menyayangkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa perilaku tersebut tidak mencerminkan etika pelayanan publik. Ia juga meminta seluruh petugas SPPG agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Sementara itu, pihak Badan Gizi Nasional mengingatkan bahwa seluruh petugas program pemerintah harus menjaga sikap, termasuk di ruang digital, serta tidak merendahkan masyarakat dalam bentuk apa pun.









