Jakarta, Jemarionline.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo melalui pelaksanaan operasi senyap di dua lokasi terpisah. Tim penyidik lembaga antirasuah menggelar OTT Bupati Klaten Hamenang di wilayah Kabupaten Klaten dan Jakarta secara serentak pada Kamis (15/10/2026).
Petugas penindakan langsung membawa para pihak yang terjaring ke markas komisi antirasuah guna menjalani pemeriksaan intensif. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi kegiatan tangkap tangan berskala besar tersebut kepada awak media pada Kamis malam.
Penyidik mengamankan puluhan orang dari berbagai unsur profesi selama pelaksanaan operasi penindakan di lapangan. Total terdapat 20 orang yang kini berstatus terperiksa dalam giat penegakan hukum tindak pidana korupsi tersebut.
Ketua KPK Setyo Budiyanto turut membenarkan penangkapan orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Klaten tersebut saat media meminta konfirmasi. Pihaknya memastikan tim penyidik bekerja secara profesional dalam mengusut tuntas perkara suap yang menjerat kepala daerah itu.
Dugaan Aliran Dana Suap Audit BPK Jawa Tengah
Penyidik KPK turut mengamankan Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Tengah Ahmad Luthfi H Rahmatullah. Petugas menjemput pimpinan lembaga pemeriksa keuangan daerah tersebut bersama seorang aparatur sipil negara (ASN) BPK lainnya.
Budi Prasetyo membenarkan keterlibatan dua orang aparatur sipil negara asal lembaga pengawas keuangan negara tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa salah satu tahanan pemeriksaan berstatus aktif sebagai Kepala Perwakilan BPK Provinsi Jawa Tengah.
Operasi tangkap tangan ini membongkar praktik kongkalikong yang melibatkan unsur penyelenggara negara dan aparatur pengawas keuangan. Tim penindakan mengamankan aparatur sipil negara dari Pemkab Klaten, pejabat BPK, bupati, serta sejumlah perwakilan pihak swasta.
KPK mendeteksi adanya dugaan pemberian uang haram dari bupati kepada oknum pemeriksa keuangan negara. Aliran dana tersebut diduga kuat bertujuan untuk mengondisikan hasil audit laporan pertanggungjawaban keuangan daerah.
Sita Barang Bukti Tunai Senilai Satu Miliar Rupiah
Penyidik mengidentifikasi penerimaan uang oleh kepala daerah terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta pengurusan izin usaha. Bupati Klaten juga diduga mengumpulkan setoran penerimaan lainnya dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayahnya.
Praktik rasuah tersebut mencakup berbagai proyek fisik pemerintah daerah yang tersebar di wilayah Kabupaten Klaten. Tim penyidik terus menelusuri alur setoran rutin dari para kepala dinas kepada pimpinan daerah tersebut.
Petugas KPK menyita barang bukti permulaan berupa gepokan uang tunai bernilai fantastis selama berlangsungnya operasi penindakan. Tim penyidik menemukan uang tunai sekitar Rp 1 miliar di lokasi giat penangkapan para terperiksa.
Budi Prasetyo menyampaikan bahwa petugas saat ini masih menghitung nominal pasti dari tumpukan uang sitaan tersebut. Perhitungan awal menunjukkan jumlah uang kontan yang diamankan petugas penyidik sementara waktu mencapai Rp 1 miliar.
Lembaga antirasuah segera mendalami keterkaitan barang bukti uang tunai itu dengan perkara suap pengadaan proyek daerah. Penyidik terus memeriksa seluruh pihak secara maraton guna menentukan konstruksi perkara serta status hukum mereka dalam tempo 1×24 jam.
Masyarakat menantikan pengumuman resmi terkait penetapan tersangka beserta pasal-pasal tindak pidana korupsi yang di sangkakan penyidik. KPK berkomitmen menuntaskan kasus rasuah perizinan dan kongkalikong audit anggaran ini sampai ke akar-akarnya.(ar)









