Jemarionline.com, Kapsul antariksa Orion milik NASA berhasil mendarat dengan selamat, tepatnya di lepas pantai San Diego pada pukul 20:07 waktu Pantai Timur Amerika Serikat. Pendaratan ini berlangsung sesuai jadwal dan berjalan lancar tanpa masalah berarti.
NASA menyebut proses pendaratan tersebut berjalan “sesuai prosedur”. Semua tahapan kembali ke Bumi dilakukan dengan sangat presisi.Dalam siaran langsung tim misi melaporkan bahwa seluruh astronaut berada dalam kondisi baik setelah kembali dari perjalanan luar angkasa.
Petugas medis yang memeriksa kapsul juga menyampaikan bahwa para kru berada dalam kondisi “hijau”, yang berarti stabil dan sehat. Istilah ini digunakan untuk menandakan kondisi medis bukan warna kulit.
Proses Kembali ke Bumi Berjalan Aman
Sebelum mendarat, kapsul Orion melakukan manuver koreksi lintasan selama delapan detik untuk memastikan jalur masuk kembali ke atmosfer Bumi tepat sasaran.Saat memasuki atmosfer, kapsul menghadapi kondisi ekstrem. Suhu di sekitar kapsul meningkat hingga ribuan derajat Celsius akibat gesekan udara.
Pada fase ini, astronaut juga mengalami gaya gravitasi hingga hampir 4 G. Sementara itu, lapisan plasma panas terbentuk di sekitar kapsul dan menyebabkan komunikasi dengan pusat kendali terputus selama sekitar enam menit.
Parasut Membantu Pendaratan
Setelah melewati fase panas ekstrem, sistem otomatis membuka tiga parasut besar berwarna merah dan putih. Parasut ini memperlambat laju kapsul hingga sekitar 32 km/jam.Pada pukul 20:07, kapsul Orion akhirnya menyentuh permukaan laut dengan selamat.
Tak lama setelah mendarat, tim penyelamat mendekati kapsul menggunakan perahu khusus. Para astronaut kemudian dievakuasi dan dipindahkan menggunakan helikopter menuju kapal USS John P. Murtha untuk pemeriksaan medis lanjutan.
Misi Artemis II Sukses Besar
Misi berawak Artemis II berlangsung selama 10 hari dan menempuh perjalanan lebih dari 1,1 juta kilometer di luar angkasa.Awak misi terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Kanada. Mereka mencatat sejarah sebagai salah satu penerbangan berawak terjauh dalam sejarah manusia.
Misi ini juga menjadi langkah penting dalam persiapan NASA untuk kembali mengirim manusia ke Bulan di masa depan.









