Jemarionline.com, Korea Utara kembali meningkatkan ketegangan di kawasan dengan meluncurkan sejumlah rudal balistik dalam waktu beruntun. Aksi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Selatan menyampaikan permintaan maaf terkait insiden drone yang melanggar wilayah udara Pyongyang.
Menurut militer Korea Selatan, peluncuran rudal dilakukan dari wilayah dekat Wonsan dan diarahkan ke perairan timur. Tak lama berselang, Korea Utara kembali menembakkan rudal tambahan, yang diduga jatuh ke laut berdasarkan laporan penjaga pantai Jepang.
Menanggapi situasi tersebut, Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan langsung menggelar rapat darurat. Seoul mengecam tindakan Pyongyang dan mendesak agar Korea Utara menghentikan peluncuran yang dinilai melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Ketegangan ini berakar dari insiden drone yang terjadi sebelumnya. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah mengakui adanya keterlibatan pihak internal dalam penerbangan drone ke wilayah Korea Utara dan menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut.
Menariknya, respons awal dari Korea Utara terhadap permintaan maaf tersebut cukup positif. Pemimpin Kim Jong Un bahkan memberikan pujian langka, yang sempat dipandang sebagai peluang untuk meredakan konflik antar kedua negara.
Namun, peluncuran rudal terbaru ini menunjukkan bahwa situasi di Semenanjung Korea masih sangat rapuh dan berpotensi kembali memanas kapan saja.









