Iran Wajibkan Kapal Minta Izin Militer untuk Melintasi Selat Hormuz

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iran Wajibkan Kapal Minta Izin Militer untuk Melintasi Selat Hormuz

Iran Wajibkan Kapal Minta Izin Militer untuk Melintasi Selat Hormuz

Jemarionline.com, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah pemerintah Iran menetapkan aturan baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kini, seluruh kapal diwajibkan memperoleh persetujuan militer sebelum melintas di jalur vital tersebut.

Kebijakan ini disampaikan oleh pejabat Kementerian Luar Negeri Iran sebagai langkah untuk menjaga stabilitas dan keamanan di tengah situasi geopolitik yang masih memanas. Iran menegaskan bahwa koordinasi dengan aparat militer menjadi syarat mutlak demi menghindari potensi insiden di perairan tersebut.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar global. Sekitar seperlima distribusi minyak dunia melewati wilayah ini, sehingga setiap kebijakan yang diterapkan berpotensi berdampak besar terhadap ekonomi internasional.

Baca Juga :  Netanyahu Klaim Iran “Babak Belur”, Sebut Mojtaba Khamenei Boneka

Selain kewajiban izin militer, Iran juga disebut membatasi jumlah kapal yang dapat melintas setiap harinya. Pembatasan ini menyebabkan antrean kapal di sekitar wilayah perairan dan memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri pelayaran serta energi global.

Langkah Iran ini dinilai sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat. Situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil membuat Iran memperketat pengawasan terhadap aktivitas maritim di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Minyak Dunia Melonjak 13%, Amerika Serikat Siapkan Langkah Redam Gejolak Harga

Dampaknya mulai terasa di pasar energi dunia. Ketidakpastian di Selat Hormuz mendorong fluktuasi harga minyak dan membuat sejumlah perusahaan pelayaran mempertimbangkan rute alternatif demi menghindari risiko.

Para analis menilai, kebijakan ini berpotensi memperpanjang ketidakstabilan di jalur distribusi energi global jika tidak segera diikuti dengan upaya deeskalasi konflik. Selama aturan ini masih berlaku, aktivitas pelayaran internasional di kawasan tersebut diperkirakan akan tetap berada di bawah tekanan.

Berita Terkait

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Berita Terbaru

REDMAGIC

Teknologi

RedMagic Astra 2 Resmi Global, Tablet Gaming Layar OLED 185Hz

Sabtu, 18 Jul 2026 - 07:00 WIB