Jemarionline – Harapan membaiknya hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan kembali sirna. Pyongyang menegaskan tidak ada niat untuk berkompromi.
Situasi makin memanas setelah Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik ke perairan timur. Aksi ini terjadi dua hari berturut-turut dan langsung meningkatkan ketegangan.
Militer Korea Selatan segera meningkatkan kewaspadaan. Mereka juga berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk memantau perkembangan.
Pernyataan keras datang dari pejabat Korea Utara, Jang Kum Chol. Ia menyebut Korea Selatan sebagai musuh dan menolak kemungkinan dialog.
Sebelumnya, pernyataan Kim Yo Jong sempat dianggap sebagai tanda perdamaian. Namun, hal itu ditegaskan hanya sebagai peringatan.
Sikap tegas ini sejalan dengan kebijakan Kim Jong Un yang telah memutus hubungan dengan Korea Selatan.
Dengan kondisi ini, peluang damai dalam waktu dekat dinilai semakin kecil. Ketegangan justru diperkirakan terus meningkat.









