Tokoh guru ngaji dari Indonesia yang dijuluki “pahlawan penyelamat Al-Qur’an” adalah K.H. As’ad Humam, seorang ulama asal Kotagede, Yogyakarta. Julukan tersebut diberikan karena jasanya yang besar dalam memudahkan umat Islam belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqro.
Penemu Metode Iqro
K.H. As’ad Humam dikenal sebagai penemu metode belajar membaca Al-Qur’an Iqro, yaitu sistem pembelajaran cepat yang disusun dalam enam jilid buku. Metode ini memudahkan anak-anak maupun pemula mempelajari huruf Arab secara bertahap dan praktis.
Sebelum metode tersebut muncul, pembelajaran Al-Qur’an umumnya memakai metode tradisional yang relatif lebih lambat. Dengan sistem Iqro, proses belajar menjadi lebih mudah sehingga jutaan orang dapat membaca Al-Qur’an lebih cepat.
Mengapa Dijuluki “Pahlawan Penyelamat Al-Qur’an”
Metode Iqro terbukti sangat efektif mengatasi buta huruf Al-Qur’an di masyarakat. Karena jasanya itu, Menteri Agama saat pemakamannya menyebut:
“Lewat sistem Iqro yang diciptakannya, KH As’ad Humam telah menyelamatkan masyarakat dari kebutaan terhadap Al-Qur’an.”
Sejak diperkenalkan pada akhir 1980-an hingga 1990-an, metode ini menyebar luas ke berbagai daerah di Indonesia bahkan hingga ke Malaysia, Singapura, Brunei, dan beberapa negara lain.
Warisan Besar bagi Pendidikan Islam
Beberapa dampak besar dari karya K.H. As’ad Humam antara lain:
-
Ribuan TPA dan TPQ berdiri di Indonesia untuk mengajarkan Al-Qur’an.
-
Metode Iqro digunakan oleh jutaan anak dan santri.
-
Sistem pembelajaran Al-Qur’an menjadi lebih cepat dan mudah dipahami.
K.H. As’ad Humam wafat pada 2 Februari 1996, namun karya dan metodenya masih digunakan hingga kini di banyak lembaga pendidikan Islam.
✅ Kesimpulan:
K.H. As’ad Humam adalah guru ngaji asal Yogyakarta yang berjasa besar melalui penemuan metode Iqro, sehingga membantu jutaan umat Islam belajar membaca Al-Qur’an. Karena kontribusi itulah ia dikenal sebagai “pahlawan penyelamat Al-Qur’an.”









