Jemarionline.com, Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas daerah. Pada tahun anggaran 2026, Kemenhub mengalokasikan dana sebesar Rp15 miliar untuk pengembangan Bandara Depati Parbo.
Anggaran tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur penunjang, khususnya jalan akses menuju bandara serta area parkir kendaraan yang lebih representatif.
Tingkatkan Aksesibilitas dan Kenyamanan
Pembangunan jalan akses menjadi prioritas utama guna mempermudah mobilitas penumpang dan kendaraan menuju bandara. Selama ini, akses menuju Bandara Depati Parbo dinilai masih perlu peningkatan agar lebih nyaman dan aman.
Selain itu, area parkir juga akan diperluas dan ditata ulang untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pengguna jasa transportasi udara di wilayah Kerinci dan sekitarnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata
Pengembangan fasilitas bandara diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan akses yang lebih baik, aktivitas perdagangan, investasi, serta kunjungan wisatawan diprediksi meningkat.
Bandara ini sendiri memiliki peran strategis sebagai pintu masuk udara ke wilayah Kerinci, yang dikenal memiliki potensi wisata alam seperti kawasan pegunungan dan taman nasional.
Bagian dari Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan
Langkah Kemenhub ini juga menjadi bagian dari program penguatan konektivitas antarwilayah di Indonesia. Peningkatan fasilitas bandara di daerah diharapkan mampu membuka isolasi wilayah sekaligus mempercepat distribusi barang dan jasa.
Ke depan, pengembangan Bandara Depati Parbo tidak hanya berhenti pada akses dan parkir, tetapi juga berpotensi berlanjut ke peningkatan kapasitas landasan pacu dan layanan penerbangan.









