Emas Antam Anjlok Rp61.000 dalam Sepekan, Saatnya Beli atau Tunggu?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: (Investor Daily/David Gita Roza)

Foto: (Investor Daily/David Gita Roza)

Jakarta, Jemarionline.com – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan cukup tajam sepanjang pekan pertama Juni 2026. Dalam tujuh hari terakhir, harga emas Antam turun hingga Rp61.000 per gram dari level Rp2.799.000 menjadi Rp2.738.000 per gram.

Koreksi harga tersebut langsung menarik perhatian investor setelah harga emas sempat mencetak rekor tertinggi pada awal tahun. Banyak pelaku pasar kini mulai mempertimbangkan langkah investasi berikutnya di tengah perubahan harga yang cukup signifikan.

Meski harga emas mengalami tekanan dalam jangka pendek, banyak analis masih melihat logam mulia sebagai aset investasi yang menarik untuk jangka panjang.

Harga Emas Antam Turun Tajam dalam Sepekan

Pada perdagangan Sabtu, 6 Juni 2026, harga emas Antam turun Rp32.000 menjadi Rp2.738.000 per gram.

Penurunan tersebut melanjutkan tren koreksi yang terjadi sejak awal pekan. Harga emas Antam telah kehilangan Rp61.000 per gram dibandingkan posisi pada 30 Mei 2026.

Koreksi tersebut menjadi salah satu penurunan mingguan terbesar yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

Perubahan harga yang cukup besar membuat banyak investor kembali memantau perkembangan pasar emas dengan lebih cermat.

Harga Buyback Ikut Merosot

Tidak hanya harga jual yang turun, harga buyback emas Antam juga mengalami penurunan yang cukup dalam.

Pada hari yang sama, Antam memangkas harga buyback sebesar Rp52.000 menjadi Rp2.531.000 per gram.

Pergerakan buyback sering menjadi indikator penting karena menunjukkan nilai yang investor terima saat menjual kembali emas mereka.

Karena itu, banyak pemilik emas tidak hanya memperhatikan harga jual, tetapi juga memantau harga buyback setiap hari.

Semakin tinggi harga buyback, semakin besar potensi keuntungan yang dapat diperoleh investor saat menjual emas.

Baca Juga :  Ujian Buat Saham BUMI, Tekanan Asing Makin Terasa

Faktor Global Menekan Harga Emas

Berbagai sentimen global juga memengaruhi pergerakan harga logam mulia di pasar internasional.

Salah satu faktor utama berasal dari kebijakan moneter Amerika Serikat dan pergerakan nilai tukar dolar AS.

Ketika dolar menguat, investor biasanya mengalihkan sebagian dana mereka ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Kondisi tersebut sering menekan harga emas karena logam mulia tidak memberikan bunga seperti deposito atau obligasi.

Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve juga ikut memengaruhi arah harga emas dunia.

Investor Mulai Menyusun Strategi

Penurunan harga emas memunculkan berbagai respons dari investor.

Sebagian investor memanfaatkan koreksi harga untuk menambah kepemilikan emas mereka. Mereka melihat penurunan harga sebagai peluang untuk membeli logam mulia pada level yang lebih rendah.

Di sisi lain, sebagian investor memilih menunggu hingga pasar menunjukkan arah yang lebih jelas.

Keputusan tersebut cukup wajar karena harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Karena itu, banyak pelaku pasar memilih memantau perkembangan ekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi.

Harga Emas Masih Unggul Secara Tahunan

Meski mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, harga emas Antam masih menunjukkan kinerja positif jika dibandingkan awal tahun.

Pada awal Januari 2026, harga emas Antam masih berada di kisaran Rp2,4 juta per gram.

Kini harga emas masih bertahan di atas level Rp2,7 juta per gram meskipun pasar mengalami tekanan.

Data tersebut memperlihatkan emas masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit sepanjang tahun ini.

Kenaikan yang terjadi sejak awal tahun menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap emas masih cukup tinggi.

Baca Juga :  Harga Emas Dunia Ambruk Lebih dari 3 Persen, Sentuh Level Terendah Sepanjang 2026

Prediksi Harga Emas Pekan Depan

Sejumlah analis memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif pada awal pekan depan.

Pengamat pasar Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas Antam dapat menguji area Rp2.708.000 per gram dalam waktu dekat.

Jika tekanan pasar berlanjut, harga berpotensi turun menuju kisaran Rp2.630.000 per gram.

Namun jika sentimen pasar kembali membaik, harga emas berpeluang naik menuju area Rp2.768.000 hingga Rp2.830.000 per gram.

Prediksi tersebut menunjukkan bahwa volatilitas pasar emas masih cukup tinggi dalam jangka pendek.

Emas Tetap Menarik untuk Jangka Panjang

Banyak investor masih menjadikan emas sebagai instrumen lindung nilai utama.

Saat kondisi ekonomi global tidak menentu, emas sering menjadi pilihan karena mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

Sejarah menunjukkan bahwa harga emas memang mengalami berbagai koreksi dalam periode tertentu. Namun dalam jangka panjang, logam mulia tetap mampu mempertahankan daya tariknya sebagai aset investasi.

Karena itu, banyak investor memasukkan emas ke dalam portofolio mereka sebagai bagian dari strategi diversifikasi.

Langkah tersebut membantu mereka mengurangi risiko ketika pasar keuangan mengalami gejolak.

Saatnya Beli atau Tunggu?

Pertanyaan yang kini muncul di kalangan investor adalah apakah kondisi saat ini menjadi waktu yang tepat untuk membeli emas.

Jawabannya bergantung pada tujuan investasi masing-masing.

Investor jangka panjang biasanya memanfaatkan koreksi harga sebagai peluang untuk melakukan pembelian bertahap.

Sementara itu, investor jangka pendek cenderung menunggu kepastian arah pasar sebelum mengambil keputusan.

Karena itu, setiap investor perlu menyesuaikan strategi dengan profil risiko dan tujuan keuangan mereka.

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB