Jemarionline.com – Penyelam spesialis Basarnas menghadapi tantangan berat ketika menembus bangkai KM Virgo Transport 8 di dasar Laut Jawa. Tim gabungan mendapati sebagian besar lorong kapal motor tersebut tertutup material runtuhan dan puing muatan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Banjarmasin Bramantya Semara membeberkan kondisi darurat tersebut saat memberikan keterangan resmi di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Pihaknya menegaskan bahwa akses masuk penyelam menuju ruang dalam kapal menjadi sangat terbatas serta membahayakan personel.
Kondisi fisik kapal nahas itu kini terpantau berada pada posisi terbalik di dasar laut. Posisi jungkir balik membuat hampir seluruh barang bawaan penumpang terlontar menumpuk di area langit-langit ruangan.
Situasi tak beraturan tersebut mengacaukan jalur masuk utama penyelam yang hendak menyisir ruang kabin. Petugas meyakini beberapa jasad korban masih terjebak di antara tumpukan barang yang menutup akses lorong.
Para personel bawah laut bekerja ekstra waspada guna menghindari bahaya fatal selama operasi penyelaman. Mereka memprioritaskan keselamatan jiwa personel karena struktur lambung kapal sewaktu-waktu dapat bergeser menimpa tim.
posisi kapal terbalik menyulitkan pergerakan penyelam basarnas
Arus bawah laut yang sangat deras turut menggoyang badan kapal hingga berada pada tingkat labil tinggi. Ketidakstabilan posisi bangkai kapal membuat rute penyusuran di sekitar dinding kapal menyimpan risiko kecelakaan cukup besar.
Bramantya menegaskan tim penyelamat tetap mengoptimalkan seluruh kemampuan teknis demi menemukan seluruh penumpang yang masih hilang. Petugas tidak menurunkan intensitas operasi kendati medan bawah air menuntut kehati-hatian luar biasa dari para penyelam.
Tim SAR gabungan memperluas radius penyisiran hingga menjangkau kawasan perairan provinsi tetangga di Kalimantan Tengah. Langkah perluasan jangkauan ini berlangsung cepat menyusul laporan temuan sejumlah korban terapung di kawasan pesisir tersebut.
Pergerakan arus laut membawa sebagian besar tubuh korban mengarah ke perairan Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Sukamara. Regu penolong memfokuskan armada kapal patroli untuk menyisir setiap jengkal permukaan laut di kedua wilayah kabupaten itu.
Hingga Rabu petang, tim SAR berhasil menemukan 22 jenazah korban yang terapung di perairan Kalimantan Tengah. Tim evakuasi langsung mengamankan seluruh kantong jenazah ke posko darurat terdekat sebelum memberangkatkannya menuju Banjarmasin.
Petugas telah memindahkan 18 jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani identifikasi medis oleh tim DVI. Sementara itu, empat jenazah lainnya tengah menempuh perjalanan darat di bawah pengawalan ketat petugas Basarnas.
puluhan korban kapal tenggelam masih dalam pencarian
Data posko mencatat tim evakuasi telah menyelamatkan serta mengangkat 186 korban dari total 243 manifest penumpang dan kru. Dari angka penanganan tersebut, sebanyak 108 orang selamat dan 78 penumpang dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan medis.
Petugas kini terus memacu pencarian terhadap 57 korban lain yang belum terevakuasi hingga memasuki hari ke-18. Keluarga penumpang masih menunggu kepastian nasib sanak saudara mereka di posko pengaduan RS Bhayangkara Banjarmasin.
Pihak Basarnas memastikan koordinasi lintas wilayah antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah berjalan intensif setiap hari. Pengerahan armada laut, helikopter pemantau, serta relawan nelayan lokal memperkuat pencarian korban yang terbawa gelombang laut.
Upaya penyisiran terus berlangsung tanpa henti mengikuti perkiraan pergerakan arah angin dan arus perairan Laut Jawa. Tim gabungan berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan misi kemanusiaan ini hingga seluruh korban kapal tenggelam berhasil terevakuasi.(ar)









