Jemarionline – Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) 2026 kembali menjadi sorotan internasional. Ajang tahunan ini tidak hanya membahas ekonomi global, tetapi juga dipenuhi dinamika politik dunia yang kian memanas.
Sejumlah isu dan tokoh besar menarik perhatian peserta forum. Nama Donald Trump kembali mencuat, disusul pembahasan strategis mengenai Greenland, serta gaya komunikasi Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai efektif mengalihkan fokus publik global.
Meski tidak selalu tampil langsung di panggung utama, pengaruh Donald Trump masih terasa kuat. Pandangan dan sikap politiknya terus menjadi bahan diskusi, terutama terkait perdagangan internasional, keamanan global, dan hubungan antarnegara besar. Hal ini menunjukkan bahwa Trump tetap menjadi figur penting dalam percaturan politik dunia.
Selain itu, isu Greenland menjadi topik yang banyak dibicarakan di Davos. Wilayah Arktik tersebut dipandang memiliki nilai strategis tinggi karena kekayaan sumber daya alam dan posisinya dalam peta geopolitik global. Perubahan iklim turut membuat Greenland semakin relevan dalam diskusi masa depan dunia.
Di tengah ketegangan isu global, Emmanuel Macron tampil dengan pendekatan berbeda. Presiden Prancis itu mengedepankan komunikasi yang tenang dan visioner. Macron menyoroti peran Eropa sebagai penyeimbang kekuatan global, khususnya dalam transisi energi, stabilitas ekonomi, dan kerja sama internasional.
Pengamat menilai, perpaduan figur kontroversial, isu strategis, dan gaya kepemimpinan yang komunikatif membuat Davos 2026 terasa lebih dinamis. Forum ini tidak lagi hanya berbicara soal angka dan investasi, tetapi juga tentang arah politik dan pengaruh global.
Davos 2026 menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian dunia, narasi dan kepemimpinan memiliki peran besar. Apa yang disampaikan para pemimpin dunia kini sama pentingnya dengan kebijakan yang mereka tawarkan.









