Match di Aplikasi Kencan? Cek Dulu Identitasnya Agar Tak Jadi Korban Penipuan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aplikasi kencan online.(Dok. Unsplash/Nik)

Ilustrasi aplikasi kencan online.(Dok. Unsplash/Nik)

JAKARTA, Jemarionline.com – Popularitas aplikasi kencan terus meningkat karena banyak orang memanfaatkannya untuk mencari teman, pasangan, hingga relasi baru. Namun, pengguna tetap perlu berhati-hati sebelum mempercayai orang yang baru dikenal melalui platform digital.

Banyak kasus penipuan bermula dari identitas palsu yang tampak meyakinkan. Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa identitas aplikasi kencan sebelum membangun hubungan yang lebih jauh.

Jangan Langsung Percaya Profil yang Terlihat Sempurna

Pelaku penipuan sering membuat profil yang terlihat menarik untuk memperoleh kepercayaan korban.

Mereka biasanya menggunakan foto mewah, pekerjaan yang terdengar bergengsi, atau cerita hidup yang tampak mengesankan. Setelah korban mulai percaya, pelaku akan mencoba membangun hubungan emosional sebelum meminta bantuan tertentu.

Karena itu, pengguna perlu bersikap kritis dan tidak langsung mempercayai semua informasi yang muncul di profil.

Cek Keaslian Foto dan Informasi

Sebelum melanjutkan komunikasi lebih jauh, pengguna dapat memeriksa foto profil menggunakan pencarian gambar terbalik.

Baca Juga :  Waspada Kabel USB Berbahaya, Ancaman Keamanan Digital yang Semakin Perlu Diperhatikan pada 2026

Langkah tersebut membantu menemukan apakah seseorang mengambil foto dari akun lain atau menggunakan identitas palsu.

Selain itu, pengguna juga dapat mencocokkan informasi pekerjaan, media sosial, atau aktivitas digital yang mereka tampilkan. Jika banyak informasi terlihat tidak konsisten, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan.

Jangan Mudah Memberikan Data Pribadi

Pengguna sebaiknya tidak langsung membagikan informasi sensitif kepada orang yang baru dikenal.

Data seperti alamat rumah, nomor identitas, informasi rekening, kode OTP, hingga dokumen pribadi dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan.

Selain itu, pengguna juga perlu berhati-hati ketika seseorang mulai menanyakan informasi keuangan atau meminta bantuan uang dalam waktu singkat.

Waspadai Permintaan Uang dan Cerita Darurat

Banyak pelaku romance scam menggunakan cerita darurat untuk memperoleh simpati korban.

Mereka bisa mengaku mengalami kecelakaan, kesulitan keuangan, atau masalah keluarga agar korban bersedia mengirim uang.

Baca Juga :  Microsoft Uji Copilot Jadi Sistem Operasi, Windows Bisa Berubah Total

Karena itu, pengguna perlu curiga jika seseorang yang baru dikenal mulai meminta bantuan finansial meskipun hubungan belum berlangsung lama.

Lakukan Verifikasi Sebelum Bertemu Langsung

Sebelum bertemu secara langsung, pengguna dapat melakukan panggilan video untuk memastikan identitas lawan bicara.

Cara tersebut membantu mengurangi risiko berinteraksi dengan akun palsu atau identitas yang tidak sesuai dengan profil.

Selain itu, pengguna juga sebaiknya memilih lokasi umum dan memberi tahu teman atau keluarga saat pertama kali bertemu dengan seseorang dari aplikasi kencan.

Penipuan di Aplikasi Kencan Masih Jadi Ancaman

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penipuan berbasis aplikasi kencan masih menjadi ancaman serius.

Pelaku sering memanfaatkan akun palsu, chatbot, hingga identitas fiktif untuk menarik perhatian korban dan memperoleh keuntungan tertentu.

Karena itu, pengguna perlu mengutamakan keamanan dan tidak terburu-buru membangun kepercayaan hanya berdasarkan komunikasi online. (man)

Berita Terkait

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6
5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat
Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data
Jalur Gelap Ponsel Pintar Apple Tembus Pasar Teheran Iran
Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP
Apple Resmi Pensiunkan MacBook 12 Inci dan iPad 6 dari Layanan Servis
Cara Mengirim Video Berukuran Besar Lewat WhatsApp dengan Mudah
Vivo X300 Ultra Kantongi Sertifikasi Resmi Komdigi dan Segera Masuk Pasar Indonesia
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:14 WIB

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:03 WIB

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Jalur Gelap Ponsel Pintar Apple Tembus Pasar Teheran Iran

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Berita Terbaru

Desain tipis iPad mini 8 berlayar OLED tergeletak elegan di atas meja kerja kayu dengan stylus terpasang rapi di samping.(ilustrasi poto: AI).

Trending

Apple Rilis iPad Mini 8: Layar OLED dan Chip A20 Pro

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:47 WIB

Logo Apple berbahan logam perak dengan tekstur melingkar yang elegan, terpasang pada dinding beton gelap.(poto: AI).

Teknologi

Bocoran Acara Apple: MacBook Pro Layar Sentuh dan Chip M6

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:41 WIB

Aktivitas pelayanan nasabah di kantor BNI yang mencatatkan pertumbuhan laba bersih Rp16,1 triliun pada kuartal III 2026.(ilustrasi poto: AI).

Bisnis

Laba Bersih BNI Tembus Rp16,1 Triliun pada Kuartal III 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:36 WIB

Ponsel yang sedang diisi daya dengan powerbank di atas meja kerja, dikelilingi kabel charger dan laptop.(poto: AI).

Teknologi

5 Kebiasaan Pengisian Daya Ini Merusak Baterai HP Lebih Cepat

Senin, 26 Okt 2026 - 07:14 WIB

Pusat operasi siber bank memantau peringatan akses tidak sah dari agen AI pihak ketiga ke sistem rekening nasabah.(ilustrasi poto: AI).

Teknologi

Agen AI Masuk Rekening, Bank di AS Perketat Keamanan Data

Senin, 26 Okt 2026 - 07:03 WIB