Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes “No Kings” Kecam Kebijakan Donald Trump

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes “No Kings” Kecam Kebijakan Donald Trump ( dok.Suara Merdeka Purbalingga 0

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan, Protes “No Kings” Kecam Kebijakan Donald Trump ( dok.Suara Merdeka Purbalingga 0

Jemarionline.com, Gelombang demonstrasi besar-besaran bertajuk “No Kings” kembali mengguncang Amerika Serikat. Aksi yang berlangsung pada 28 Maret 2026 ini melibatkan lebih dari 8 juta orang yang turun ke jalan di lebih dari 3.300 titik aksi di seluruh negeri.

Aksi tersebut menjadi salah satu protes terbesar dalam sejarah Amerika dalam satu hari, dengan partisipasi yang tersebar di seluruh 50 negara bagian.

Latar Belakang: Penolakan terhadap Kepemimpinan Trump

Demonstrasi ini ditujukan untuk mengecam kebijakan Presiden Donald Trump yang dianggap sebagian masyarakat cenderung otoriter dan melampaui batas kekuasaan.

Baca Juga :  Netanyahu Tanggapi Pernyataan Trump soal Negosiasi Damai Iran, Tetap Waspada

Gerakan “No Kings” sendiri mengusung prinsip bahwa Amerika adalah negara demokrasi, bukan kerajaan, sehingga menolak bentuk kekuasaan absolut dalam pemerintahan.

Aksi Serentak di Berbagai Kota Besar

Ratusan ribu massa memadati kota-kota besar seperti:

  • Minneapolis dan St. Paul (sekitar 200 ribu peserta)
  • Washington, D.C. (memenuhi area Monumen Lincoln)
  • New York City

Para demonstran membawa berbagai simbol dan atribut protes, termasuk patung tiruan pejabat pemerintahan, serta menyerukan perubahan kebijakan dan kepemimpinan.

Gerakan yang Terus Membesar

Aksi “No Kings” bukan yang pertama kali terjadi. Gerakan ini sudah berlangsung dalam tiga gelombang besar:

  • Juni 2025: sekitar 4–6 juta peserta
  • Oktober 2025: sekitar 7 juta peserta
  • Maret 2026: lebih dari 8 juta peserta
Baca Juga :  Davos 2026 Memanas: Trump, Greenland, dan Gaya Macron Curi Perhatian Dunia

Tren ini menunjukkan meningkatnya mobilisasi masyarakat sipil dalam merespons dinamika politik di Amerika Serikat.

Isu yang Diprotes

Para peserta aksi menyuarakan berbagai tuntutan, antara lain:

  • Penolakan kebijakan imigrasi
  • Kritik terhadap perang dan kebijakan luar negeri
  • Kekhawatiran terhadap kondisi demokrasi
  • Ketimpangan ekonomi dan kebijakan pemerintah

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru

Stadion Teladan Medan diusulkan menjadi salah satu venue pertandingan ASEAN U-19 Championship 2026 yang berlangsung di Sumatera Utara.( Poto : istimewa)

Sepak Bola

PSSI Sumut Ambil Alih Akomodasi AFF U-19 2026 di Medan

Rabu, 3 Jun 2026 - 06:35 WIB