Prediksi Harga Emas Antam Jumat 5 Juni 2026, Berpotensi Turun Sebelum Rebound

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi emas batangan Antam (ANTM). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Ilustrasi emas batangan Antam (ANTM). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Jemarionline.com – Harga emas Antam diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Sejumlah analis melihat peluang koreksi lanjutan setelah harga emas dunia mengalami pelemahan dalam beberapa hari terakhir. Namun, harga emas Antam juga berpotensi kembali menguat apabila sentimen pasar berubah positif.

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam masih memiliki kecenderungan melemah seiring tekanan yang terjadi pada harga emas dunia. Menurutnya, koreksi harga masih mungkin terjadi sebelum pasar menemukan titik keseimbangan baru.

Selain itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan moneter yang memengaruhi pergerakan harga emas internasional.

Harga Emas Antam Berpotensi Turun

Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam dapat turun sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 per gram dari posisi sebelumnya. Ia mengaitkan potensi penurunan tersebut dengan pelemahan harga emas dunia yang masih berlanjut dalam jangka pendek.

Pada Kamis (4/6/2026), harga emas Antam tercatat turun Rp 15.000 menjadi Rp 2.759.000 per gram. Penurunan itu memperpanjang tren koreksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Karena itu, investor jangka pendek masih perlu mencermati volatilitas pasar yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Harga CPO Anjlok Parah, Ekspor Lesu dan Minyak Melemah Tekan Pasar

Peluang Rebound Masih Terbuka

Meski menghadapi tekanan, Ibrahim melihat peluang rebound tetap terbuka.

Ia memproyeksikan harga emas Antam dapat bergerak menuju level resistance pertama di sekitar Rp 2.819.000 per gram. Jika momentum penguatan berlanjut, harga bahkan berpotensi mendekati resistance kedua di kisaran Rp 2.919.000 per gram.

Selain itu, sejumlah analis menilai tren harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah berhasil bertahan di area support penting.

Karena itu, investor masih memiliki peluang memperoleh keuntungan apabila harga kembali menguat dalam beberapa pekan ke depan.

Geopolitik Masih Jadi Faktor Utama

Perkembangan geopolitik global tetap menjadi faktor yang sangat memengaruhi harga emas.

Ketegangan di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, dan kebijakan ekonomi negara-negara besar terus memengaruhi sentimen investor terhadap aset safe haven seperti emas.

Saat ketidakpastian meningkat, investor biasanya mengalihkan dana ke emas untuk menjaga nilai aset mereka. Sebaliknya, penguatan dolar AS sering memberikan tekanan terhadap harga logam mulia.

Karena itu, arah harga emas dalam jangka pendek masih sangat bergantung pada perkembangan global.

Baca Juga :  Dukungan Bank Sentral Dunia terhadap Independensi Fed AS

Kinerja Emas Antam Sepanjang 2026

Meski mengalami koreksi dalam beberapa hari terakhir, harga emas Antam masih mencatat kinerja positif sepanjang tahun ini.

Harga emas Antam naik sekitar 10,8 persen dibandingkan posisi awal Januari 2026 yang berada di level Rp 2.488.000 per gram. Sementara itu, rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) tercatat pada 29 Januari 2026 di level Rp 3.168.000 per gram.

Data tersebut menunjukkan bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang menarik bagi masyarakat.

Investor Jangka Panjang Tetap Optimistis

Sejumlah analis menilai koreksi harga emas saat ini belum mengubah prospek jangka panjang logam mulia.

Kekhawatiran terhadap utang global, inflasi, risiko de-dolarisasi, dan tingginya permintaan emas dari bank sentral masih menjadi faktor pendukung harga emas ke depan.

Selain itu, ketidakpastian ekonomi global juga dapat meningkatkan minat investor terhadap aset yang dianggap aman.

Karena itu, banyak pelaku pasar masih memandang emas sebagai instrumen investasi yang relevan untuk diversifikasi portofolio. (man)

Berita Terkait

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya
Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya
Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat
IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100
Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000
IHSG Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi 4 Saham Hari Ini
IHSG Banjir Kabar Baik, Optimisme Investor Kian Menguat
IHSG Anjlok 1,89 Persen, Investor Asing Ramai Lepas Saham Ini
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 09:00 WIB

10 Saham Melemah Tajam, Investor Diminta Waspadai Risikonya

Senin, 27 Juli 2026 - 08:00 WIB

Harga Emas Stagnan Meski Timur Tengah Memanas, Ini Penyebabnya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp1,17 Miliar, Minat Investor Kembali Menguat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

IHSG Anjlok Hampir 2 Persen, Kembali ke Level 6.100

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Harga Emas di Titik Kritis, Analis Waspadai Koreksi ke US$3.000

Berita Terbaru

Sumber : Arianti Widya/Viva.co.id

OTOMOTIF

Jelang GIIAS 2026, Harga Mobil MPV Mulai Rp167 Jutaan

Senin, 27 Jul 2026 - 10:00 WIB

Teknologi

Apple TV 2026: Jadwal Rilis, Rumor, dan Spesifikasi Terbaru

Senin, 27 Jul 2026 - 07:00 WIB