Harga Minyak Terjun, Pasar Deg-degan Menanti Kesepakatan AS dan Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)

Jakarta, Jemarionline.com – Harga minyak dunia kembali melemah tajam pada perdagangan akhir pekan setelah pasar semakin optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Investor kini menunggu kepastian hasil negosiasi yang dapat memengaruhi pasokan energi global dalam beberapa bulan ke depan.

Penurunan harga tersebut memperpanjang tren pelemahan mingguan yang menjadi salah satu yang terdalam sejak awal April 2026. Selain itu, pasar juga terus memantau perkembangan pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

Harga Brent dan WTI Kompak Melemah

Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), harga minyak Brent kontrak Juli turun US$ 1,66 atau sekitar 1,8 persen ke level US$ 92,05 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun US$ 1,54 atau sekitar 1,7 persen menjadi US$ 87,36 per barel.

Sebelumnya, harga minyak juga sempat anjlok lebih dari lima persen setelah muncul berbagai laporan mengenai perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran.

Karena itu, pelaku pasar mulai mengurangi premi risiko yang sebelumnya mendorong harga minyak melonjak selama konflik berlangsung.

Pasar Optimistis Kesepakatan Semakin Dekat

Sejumlah laporan menyebut negosiator AS dan Iran telah mencapai kemajuan dalam pembahasan kesepakatan gencatan senjata.

Bahkan, beberapa sumber menyebut kedua pihak berhasil menyusun draft awal kesepakatan yang dapat memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Namun, kedua negara masih perlu menyelesaikan sejumlah detail penting sebelum mencapai kesepakatan final.

Karena itu, investor masih berhati-hati meski optimisme pasar terus meningkat.

Baca Juga :  Tarif Listrik Juli-September 2026 Resmi Tidak Naik, Ini Penjelasannya

Analis pasar energi menilai harapan terhadap perdamaian menjadi faktor utama yang menekan harga minyak dalam beberapa hari terakhir.

Selat Hormuz Jadi Perhatian Utama

Perhatian pasar saat ini tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melewati kawasan tersebut. Karena itu, gangguan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz langsung memengaruhi harga energi internasional.

Selama konflik berlangsung, aktivitas distribusi minyak di kawasan tersebut mengalami tekanan besar. Kondisi itu sempat memicu lonjakan harga minyak dunia hingga mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Kini pasar berharap kesepakatan damai dapat membuka kembali jalur distribusi energi secara normal.

Masih Ada Hambatan dalam Negosiasi

Meski optimisme meningkat, proses negosiasi belum sepenuhnya selesai.

Kantor berita Iran melaporkan masih terdapat perbedaan pandangan mengenai mekanisme pembukaan Selat Hormuz dan pengaturan lalu lintas pelayaran internasional.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump juga menegaskan masih ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan sebelum kesepakatan dapat berjalan penuh.

Karena itu, investor tetap mewaspadai kemungkinan munculnya hambatan baru yang dapat memicu volatilitas harga minyak.

Harga Minyak Sempat Berfluktuasi Tajam

Dalam beberapa sesi terakhir, harga Brent dan WTI bergerak sangat fluktuatif.

Pasar merespons setiap perkembangan negosiasi secara cepat sehingga harga minyak sempat berubah hingga beberapa dolar per barel dalam satu hari perdagangan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sentimen geopolitik masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan pasar energi global.

Baca Juga :  Ketua DPRD Minta Layanan Bank Jambi Normal Sebelum 1 Maret

Selain itu, investor juga terus mencermati pernyataan resmi dari pejabat AS maupun Iran yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar.

Pasokan Minyak Global Mulai Membaik

Data terbaru Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat mengalami penurunan pada pekan lalu.

Meski demikian, pasar melihat pasokan energi global mulai membaik karena aktivitas distribusi perlahan kembali meningkat.

Selain itu, beberapa kapal tanker juga mulai bergerak kembali di sekitar kawasan Teluk meski volume distribusi masih berada di bawah kondisi normal sebelum konflik.

Karena itu, banyak pelaku pasar mulai memperkirakan risiko gangguan pasokan akan berkurang jika proses negosiasi terus menunjukkan kemajuan.

Dampak ke Ekonomi Global

Pergerakan harga minyak tidak hanya memengaruhi sektor energi, tetapi juga berdampak pada inflasi dan stabilitas ekonomi global.

Ketika harga minyak melonjak, biaya transportasi dan produksi biasanya ikut meningkat. Kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga barang dan jasa di berbagai negara.

Sebaliknya, penurunan harga minyak dapat membantu meredakan tekanan inflasi yang selama ini menjadi perhatian bank sentral dunia.

Karena itu, investor global juga memantau perkembangan pasar minyak untuk memperkirakan arah kebijakan ekonomi ke depan.

Investor Tetap Waspada

Meski pasar mulai optimistis terhadap peluang perdamaian, sejumlah analis mengingatkan bahwa negosiasi masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Dalam beberapa bulan terakhir, pembicaraan damai beberapa kali mendekati kesepakatan tetapi kembali menemui hambatan akibat perbedaan kepentingan kedua pihak.

Karena itu, investor tetap menjaga kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya eskalasi baru yang dapat memicu lonjakan harga minyak secara mendadak.

Berita Terkait

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan
Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta
Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis
Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp18.046 per Dolar AS Tertekan Arus Modal Asing
Lonjakan Utang Global Kian Mengkhawatirkan, IMF Beri Peringatan Keras
FamilyMart Resmi Rilis Koleksi Merchandise Eksklusif Jujutsu Kaisen
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Usai BI Tahan Bunga Acuan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Daftar Lengkap Harga BBM Terkini di Seluruh SPBU Oktober 2026

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB