IHSG Tiba-tiba Anjlok, Saham Bank Besar Kompak Melemah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Jakarta, Jemarionline.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada perdagangan akhir pekan. Pelemahan tersebut membuat IHSG turun ke level 6.100-an dan memicu tekanan pada sejumlah saham perbankan besar.

Selain itu, aksi jual investor juga membuat saham-saham unggulan sektor keuangan mengalami koreksi cukup dalam.

IHSG Ditutup Melemah

Berdasarkan data perdagangan RTI, IHSG ditutup di level 6.127 atau turun sekitar 0,05 persen pada Jumat, 29 Mei 2026. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.230 sebelum akhirnya melemah hingga area terendah 6.111.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp49,94 triliun dengan lebih dari 46 miliar saham berpindah tangan.

Selain itu, sebanyak 409 saham tercatat melemah, sementara hanya 271 saham yang berhasil menguat.

Baca Juga :  PPN DTP Perumahan Dinilai Tekan Backlog dan Dorong Transaksi Rumah Kelas Menengah

Saham Big Bank Jadi Pemberat IHSG

Tekanan terbesar datang dari saham sektor perbankan atau big bank.

Saham BBCA turun sekitar 4,60 persen. Selain itu, BBRI melemah 3,91 persen dan BBNI turun 3,65 persen.

Di sisi lain, BMRI juga ikut terkoreksi sekitar 1,21 persen.

Karena kapitalisasi pasar bank-bank besar sangat dominan di Bursa Efek Indonesia, pelemahan saham tersebut langsung memberi tekanan besar terhadap IHSG.

Investor Khawatir Tekanan Pasar Berlanjut

Pelaku pasar mulai mencermati berbagai sentimen eksternal dan domestik yang memengaruhi pergerakan indeks.

Selain itu, ketidakpastian global, tekanan nilai tukar rupiah, dan aksi jual asing masih menjadi perhatian utama investor dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  6 Emiten RI Kena Tendang MSCI, Bos Bursa Kasih Respons Tak Terduga

Akibatnya, volatilitas pasar saham Indonesia masih cukup tinggi.

Saham Perbankan Tetap Jadi Sorotan

Meski mengalami koreksi, saham sektor perbankan tetap menjadi perhatian investor karena memiliki pengaruh besar terhadap IHSG.

Selain itu, banyak investor masih memantau prospek suku bunga, pertumbuhan kredit, dan kondisi ekonomi nasional sebelum kembali melakukan akumulasi saham bank besar.

Dengan demikian, pergerakan saham sektor keuangan diperkirakan masih akan menentukan arah IHSG dalam waktu dekat.

Pasar Saham Masih Fluktuatif

Sepanjang 2026, IHSG beberapa kali mengalami tekanan tajam akibat sentimen global dan aksi jual besar di saham unggulan.

Namun di sisi lain, sejumlah analis menilai pasar masih memiliki peluang rebound jika sentimen eksternal mulai membaik.

Berita Terkait

IHSG Balik ke Level 6.000, Investor Masih Waspadai Tekanan Pasar
Rekomendasi Kripto Hari Ini: SUI, CC, dan ZAMA Jadi Sorotan Investor
IHSG Terbang Lagi, 543 Saham Menguat dan Mayoritas Berada di Zona Hijau
Kenapa Pelemahan Rupiah dan IHSG Sulit Dibendung? Ini Penyebabnya
DPR Panggil Danantara dan Himbara Bahas Gejolak Pasar Keuangan
Tiga Emiten Bayar Dividen Hari Ini, CDIA Cairkan USD40 Juta
Aturan E-Commerce Baru Terbit, Marketplace Wajib Transparan Soal Biaya
PPN DTP Perumahan Dinilai Tekan Backlog dan Dorong Transaksi Rumah Kelas Menengah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:00 WIB

IHSG Balik ke Level 6.000, Investor Masih Waspadai Tekanan Pasar

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:00 WIB

Rekomendasi Kripto Hari Ini: SUI, CC, dan ZAMA Jadi Sorotan Investor

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:00 WIB

IHSG Terbang Lagi, 543 Saham Menguat dan Mayoritas Berada di Zona Hijau

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kenapa Pelemahan Rupiah dan IHSG Sulit Dibendung? Ini Penyebabnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:00 WIB

DPR Panggil Danantara dan Himbara Bahas Gejolak Pasar Keuangan

Berita Terbaru