Jakarta, Jemarionline.com – Lo Kheng Hong borong saham SIMP dan kembali menarik perhatian pelaku pasar. Investor senior tersebut menambah kepemilikan pada saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) ketika harga saham perusahaan berada dalam tren pelemahan.
Data kepemilikan menunjukkan Lo Kheng Hong membeli 22,62 juta lembar saham SIMP pada Mei 2026. Setelah transaksi berlangsung, total kepemilikannya naik menjadi sekitar 793,64 juta lembar saham atau sekitar 5,12 persen.
Langkah tersebut menarik perhatian karena beberapa minggu sebelumnya ia sempat mengurangi kepemilikan untuk merealisasikan keuntungan.
Lo Kheng Hong Kembali Tambah Porsi Kepemilikan
Pada April 2026, Lo Kheng Hong menjual sekitar 8,18 juta saham SIMP.
Saat itu, transaksi berlangsung dalam dua tahap. Ia menjalankan strategi ambil untung setelah harga bergerak naik.
Penjualan tersebut membuat porsi kepemilikannya turun dari sekitar 5,03 persen menjadi 4,97 persen.
Namun pada Mei, arah transaksi berubah.
Lo Kheng Hong kembali meningkatkan jumlah saham yang ia pegang dan membawa porsinya kembali melampaui batas 5 persen.
Mengapa Saham SIMP Menarik Perhatian?
PT Salim Ivomas Pratama Tbk menjalankan bisnis di sektor perkebunan dan produk berbasis kelapa sawit.
Sektor ini beberapa waktu terakhir menghadapi tekanan harga dan perubahan sentimen pasar.
Di tengah kondisi tersebut, investor dengan pendekatan value investing sering mencari perusahaan yang menurut mereka masih memiliki ruang pertumbuhan jangka panjang.
Aksi beli Lo Kheng Hong memicu perhatian karena ia cukup dikenal dengan strategi membeli ketika harga sedang mengalami tekanan.
Meski demikian, keputusan investasi tetap membutuhkan analisis masing-masing.
Apa yang Bisa Investor Pelajari?
Pergerakan investor besar sering memunculkan banyak interpretasi.
Sebagian investor melihat langkah tersebut sebagai sinyal optimisme terhadap sektor tertentu.
Namun sebagian lain memilih fokus pada fundamental perusahaan.
Karena itu, investor tidak perlu langsung mengikuti transaksi investor besar tanpa memahami alasan di balik keputusan tersebut.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli saham:
- kondisi bisnis perusahaan
- laporan keuangan
- prospek industri
- tingkat risiko pribadi
- tujuan investasi
Pendekatan seperti ini membantu investor mengambil keputusan yang lebih terukur.
Strategi Investor Tidak Selalu Sama
Setiap investor memiliki strategi yang berbeda.
Lo Kheng Hong selama ini lebih sering mencari saham yang menurut perhitungannya masih memiliki nilai menarik.
Namun strategi tersebut belum tentu cocok untuk semua profil investor.
Karena itu, memahami alasan transaksi sering memberi manfaat lebih besar daripada sekadar mengikuti arah pembelian saham. (man)









