Saham BUMI Berbalik Arah Melemah Saat IHSG Anjlok pada Sesi Pertama

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

(Foto: Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, Jemarionline.com – Pergerakan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami tekanan besar pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Setelah sempat bergerak di zona hijau pada awal sesi, saham emiten batu bara milik Grup Bakrie itu berbalik arah dan ditutup melemah tajam pada sesi pertama perdagangan.

Tekanan terhadap saham BUMI muncul di tengah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turun lebih dari 3 persen pada sesi pertama perdagangan. Aksi jual investor terjadi hampir di seluruh sektor sehingga membuat mayoritas saham unggulan bergerak di zona merah.

Data perdagangan menunjukkan saham BUMI turun 9,22 persen ke level Rp187 per saham. Pada pembukaan perdagangan, saham BUMI sempat naik dua poin ke posisi Rp208 per saham. Harga saham tersebut bahkan menyentuh level tertinggi Rp212 sebelum akhirnya berbalik melemah akibat tekanan jual yang meningkat.

Saham BUMI Sempat Menguat Sebelum Berbalik Melemah

Saham BUMI memulai perdagangan dengan sentimen positif. Investor sempat mendorong harga saham ke zona hijau karena adanya harapan rebound setelah koreksi pada perdagangan sebelumnya.

Namun, tekanan jual langsung meningkat ketika IHSG terus bergerak turun. Kondisi pasar yang tidak stabil membuat investor memilih melakukan aksi ambil untung dan mengurangi kepemilikan saham berisiko tinggi.

Perubahan arah saham BUMI berlangsung cukup cepat. Setelah sempat bergerak positif pada awal sesi, tekanan jual membuat saham ini turun tajam hingga mendekati level terendah harian.

Data perdagangan menunjukkan saham BUMI bergerak di rentang Rp181 hingga Rp212 per saham selama sesi pertama berlangsung.

Nilai Transaksi Saham BUMI Tembus Rp1,1 Triliun

Meski mengalami koreksi tajam, saham BUMI mencatat aktivitas perdagangan yang sangat tinggi. Investor aktif melakukan transaksi jual dan beli sepanjang sesi perdagangan berlangsung.

Total frekuensi perdagangan saham BUMI mencapai lebih dari 85 ribu kali transaksi. Volume perdagangan juga menyentuh lebih dari 56 juta saham dengan nilai transaksi harian sekitar Rp1,1 triliun.

Baca Juga :  IHSG Tiba-Tiba Ambruk 2,5 Persen di Sesi II, Ini Penyebabnya

Tingginya nilai transaksi menunjukkan saham BUMI masih menjadi salah satu saham paling aktif di Bursa Efek Indonesia. Namun, dominasi tekanan jual membuat harga saham sulit bertahan di zona hijau.

Kapitalisasi pasar BUMI pada sesi pertama tercatat sekitar Rp69,44 triliun. Nilai tersebut ikut menyusut seiring koreksi harga saham yang cukup dalam.

IHSG Anjlok Lebih dari 3 Persen

Tekanan terhadap saham BUMI terjadi bersamaan dengan pelemahan besar IHSG. Pada sesi pertama perdagangan, IHSG turun 3,08 persen ke level 6.396,2.

Mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia mengalami pelemahan. Sebanyak 611 saham bergerak turun, sementara hanya 96 saham yang menguat dan 107 saham stagnan.

Tekanan besar tersebut muncul akibat kombinasi sentimen global dan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Investor asing juga terus melakukan aksi jual sehingga memperbesar tekanan di pasar domestik.

Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang berada di kisaran Rp17.712 per dolar AS. Pelemahan mata uang domestik membuat investor semakin berhati-hati menempatkan dana di pasar saham Indonesia.

Sektor Energi dan Basic Industry Alami Koreksi Dalam

Sektor saham berbasis komoditas menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar pada perdagangan kali ini.

Sementara itu, sektor energi melemah sekitar 6,47 persen akibat aksi jual investor terhadap saham-saham batu bara dan energi lainnya.

Tekanan terhadap sektor energi ikut menyeret saham BUMI ke zona merah. Investor mengurangi eksposur pada saham komoditas karena khawatir terhadap perlambatan ekonomi global dan melemahnya permintaan energi dunia.

Selain sektor energi, sektor transportasi juga turun tajam hingga 6,9 persen. Sektor industri, infrastruktur, dan consumer cyclical turut mengalami pelemahan signifikan.

Investor Asing Masih Dominasi Tekanan Jual

Pelaku pasar menilai aksi jual investor asing menjadi salah satu faktor utama yang membuat IHSG dan saham BUMI tertekan. Investor global mulai mengurangi kepemilikan aset di negara berkembang dan memindahkan dana ke instrumen yang lebih aman.

Baca Juga :  Pendapatan Gudang Garam Turun, Laba Bersih Justru Naik

Tekanan global semakin meningkat setelah pasar khawatir terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Investor memilih menunggu kepastian kondisi ekonomi global sebelum kembali masuk ke aset berisiko.

Tekanan jual asing terhadap saham BUMI sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Sejumlah data perdagangan menunjukkan investor asing aktif melepas saham BUMI dalam jumlah besar.

Kondisi tersebut membuat pergerakan saham BUMI semakin sensitif terhadap perubahan sentimen pasar global.

Analis Nilai Pasar Sedang Masuk Fase Risk Off

Analis pasar modal menilai kondisi pasar saat ini menunjukkan investor sedang memasuki fase risk off. Dalam kondisi seperti itu, investor cenderung menghindari aset berisiko dan memilih instrumen yang lebih aman.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia juga sejalan dengan pelemahan bursa saham Asia lainnya. Ketidakpastian ekonomi global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan pasar.

Selain itu, investor masih menunggu sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan China yang diperkirakan dapat memengaruhi sentimen perdagangan global.

Peluang Rebound Masih Terbuka

Meski mengalami tekanan besar, beberapa analis melihat peluang rebound masih terbuka untuk saham BUMI dan IHSG. Mereka menilai koreksi tajam sering memicu aksi beli bertahap dari investor jangka panjang.

Sebagian investor institusi domestik mulai memanfaatkan pelemahan harga saham untuk melakukan akumulasi. Saham-saham berbasis komoditas masih dianggap memiliki prospek menarik apabila kondisi pasar global kembali stabil.

Namun, analis tetap meminta investor berhati-hati karena volatilitas pasar masih tinggi. Investor perlu memperhatikan manajemen risiko dan tidak mengambil keputusan secara emosional di tengah tekanan pasar.

Banyak pelaku pasar kini memilih menunggu arah sentimen global sebelum kembali melakukan pembelian dalam jumlah besar. Selama tekanan eksternal belum mereda, pergerakan saham BUMI dan IHSG diperkirakan masih akan berfluktuasi tinggi dalam beberapa hari ke depan. (man)

Berita Terkait

PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital
Grab Resmi Hentikan Program Akses Hemat GrabBike, Ini Dampaknya bagi Mitra Pengemudi
Strategi Investasi ST016 Saat Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga AS dan BI
Gen Z Semakin Aktif Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
IHSG Ambruk 4,11 Persen, Investor Panik Saat Bursa Sentuh Level Terendah Setahun
Cara Membuat Roti Teflon Empuk Tanpa Oven, Hasil Lembut Ala Bakery
Harga Emas Turun Hari Ini, Antam Stabil di Tengah Tekanan Pasar Global
IHSG Merosot Lebih dari 3 Persen Usai Pengumuman MSCI, Investor Asing Ramai Lepas Saham
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:11 WIB

PT Tren Gen Horizon Raih Sertifikat HAKI, Perkuat Legalitas Bisnis Periklanan Digital

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:00 WIB

Grab Resmi Hentikan Program Akses Hemat GrabBike, Ini Dampaknya bagi Mitra Pengemudi

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:00 WIB

Strategi Investasi ST016 Saat Pasar Cermati Kenaikan Suku Bunga AS dan BI

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:00 WIB

Gen Z Semakin Aktif Berinvestasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:00 WIB

IHSG Ambruk 4,11 Persen, Investor Panik Saat Bursa Sentuh Level Terendah Setahun

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB