Penyaluran Dana Desa 2026 di Kerinci dan Sungai Penuh Tembus Ratusan Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor KPPN Sungai Penuh (Foto: RRI Sungai Penuh)

Kantor KPPN Sungai Penuh (Foto: RRI Sungai Penuh)

Sungai Penuh, Jemarionline.com – Penyaluran Dana Desa 2026 di Kerinci dan Sungai Penuh terus menunjukkan percepatan pada awal tahun anggaran.

Ratusan desa di dua wilayah tersebut sudah mencairkan anggaran dan mulai menyiapkan realisasi program pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Data terbaru dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sungai Penuh menunjukkan proses pencairan berjalan lebih cepat dibanding fase awal penyaluran pada periode sebelumnya.

Pemerintah berharap percepatan ini dapat memperkuat aktivitas ekonomi desa sekaligus mempercepat pelaksanaan program prioritas daerah.

Lebih dari 300 Desa Sudah Mencairkan Dana Desa

KPPN Sungai Penuh mencatat sebanyak 274 desa dari total 285 desa di Kabupaten Kerinci telah melakukan pencairan Dana Desa tahun anggaran 2026.

Sementara itu, di wilayah Kota Sungai Penuh, sebanyak 54 desa dari total 65 desa juga telah menyelesaikan proses pencairan. Angka tersebut menunjukkan sebagian besar desa sudah mulai memasuki tahap realisasi penggunaan anggaran.

Percepatan ini menjadi sinyal positif karena Dana Desa memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar, program sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kegiatan prioritas lainnya di tingkat desa.

KPPN Sungai Penuh Dorong Desa Segera Lengkapi Administrasi

Kepala Seksi Bank KPPN Sungai Penuh, Lusi Winanda Restu, meminta desa yang belum mencairkan Dana Desa untuk segera menyelesaikan dokumen persyaratan.

Baca Juga :  Sungai Penuh dan Kerinci Sepakat Satukan Lembaga Adat Sakti Alam

Menurutnya, kelengkapan administrasi menjadi faktor utama yang menentukan kecepatan proses pencairan.

“Bagi desa yang belum melakukan pencairan Dana Desa agar segera menyerahkan berkas supaya dapat diproses,” kata Lusi.

KPPN terus membuka koordinasi dengan pemerintah desa agar proses administrasi berjalan lebih cepat dan tidak menghambat penyaluran anggaran.

Kendala Administrasi Masih Jadi Penyebab Utama

Meski progres pencairan cukup tinggi, masih ada sejumlah desa yang belum menyelesaikan proses penyaluran.

KPPN menjelaskan keterlambatan umumnya berasal dari penyelesaian dokumen persyaratan dan proses verifikasi administrasi. Desa yang belum melengkapi berkas belum dapat melanjutkan tahapan pencairan hingga seluruh syarat terpenuhi.

Situasi ini bukan hal baru.

Pada periode sebelumnya, beberapa desa di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh juga sempat mengalami keterlambatan penyaluran karena kendala administrasi dan ketidaksesuaian dokumen.

Karena itu, pemerintah terus mendorong aparatur desa memperkuat tata kelola administrasi agar penyaluran tidak tertunda.

Dana Desa Jadi Motor Pembangunan Tingkat Lokal

Dana Desa masih menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk mendorong pembangunan dari tingkat paling bawah.

Melalui anggaran tersebut, desa dapat menjalankan berbagai program sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Desa Semerah Terancam Dilebur, Tiga Tahun Tak Terima Dana Desa hingga 2026

Beberapa program yang umumnya menggunakan Dana Desa antara lain:

  • pembangunan infrastruktur desa
  • penguatan ekonomi masyarakat
  • ketahanan pangan
  • layanan dasar masyarakat
  • program sosial prioritas
  • pemberdayaan UMKM desa

Pemerintah berharap penyaluran yang lebih cepat dapat mempercepat perputaran ekonomi lokal dan membuka lebih banyak aktivitas produktif di desa.

Desa Didorong Segera Merealisasikan Anggaran

Setelah pencairan selesai, pemerintah desa juga perlu mempercepat pelaksanaan kegiatan agar manfaat anggaran segera dirasakan masyarakat.

Pemerintah menekankan bahwa realisasi penggunaan dana harus mengikuti prioritas pembangunan serta ketentuan yang berlaku.

Langkah tersebut penting agar penyerapan anggaran tidak hanya tinggi secara administrasi, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga.

Penyaluran Dana Desa Jadi Indikator Kesiapan Pemerintah Desa

Perkembangan penyaluran Dana Desa tahun ini menunjukkan kesiapan banyak desa dalam memenuhi persyaratan pencairan sejak awal tahun.

Meski masih ada desa yang menyelesaikan administrasi, mayoritas wilayah di Kerinci dan Sungai Penuh sudah memasuki tahap pelaksanaan program.

Ke depan, perhatian pemerintah akan bergeser dari pencairan menuju efektivitas penggunaan anggaran agar pembangunan desa berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat. (man)

Berita Terkait

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai
Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi
Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa
Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global
Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis
KONI Jambi Beri Penghargaan Atlet Berprestasi di Peringatan Hari Olahraga Nasional 2026
Tolak Blokir Sertifikat Tanah, Warga Kenali Asam Mengadu ke Kanwil KemenHAM Jambi
Perumda Tirta Batanghari Tambah Jam Aliran Air Saat Kemarau
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Pungli Parkir Merajalela di Sungai Penuh, Warga Desak Pemkot Terapkan Bayar Nontunai

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Kemenag Kerinci Gelar Persiapan Duta OMI Tingkat Provinsi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:56 WIB

Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh Kepada Hutri Randa

Minggu, 20 September 2026 - 20:24 WIB

Kanwil Kemenkum Jambi Mendorong Pelindungan Kekayaan Intelektual Kopi Kerinci Menuju Pasar Global

Minggu, 20 September 2026 - 20:20 WIB

Festival Kopi Kerinci 2026 Dibuka Bupati Monadi Suguhkan Kopi Gratis

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB