Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya mengungkap beda kekuatan ekonomi Indonesia tahun ini dengan 1998 di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.700 per dolar AS. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).

Menkeu Purbaya mengungkap beda kekuatan ekonomi Indonesia tahun ini dengan 1998 di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.700 per dolar AS. (Foto: CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz).

Jakarta, Jemarionline.com – Pelemahan nilai tukar rupiah kembali memunculkan kekhawatiran publik akan potensi krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 1998.

Namun, pemerintah menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam situasi yang jauh berbeda dibandingkan masa krisis tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia pada 2026 jauh lebih kuat.

Ia menilai perbandingan dengan krisis 1998 tidak tepat karena struktur ekonomi nasional telah berubah secara signifikan.

Kondisi Rupiah Picu Kekhawatiran Publik

Rupiah yang sempat melemah terhadap dolar Amerika Serikat membuat sebagian masyarakat mengaitkan kondisi ini dengan krisis moneter 1998. Saat itu, pelemahan rupiah memicu inflasi tinggi, krisis perbankan, dan kontraksi ekonomi besar.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini tidak mencerminkan situasi yang sama.

Ia menjelaskan bahwa tekanan nilai tukar saat ini lebih banyak dipengaruhi faktor global, bukan kerusakan fundamental ekonomi domestik.

Inflasi Jadi Pembeda Paling Mencolok

Purbaya menyoroti inflasi sebagai salah satu indikator utama yang membedakan kondisi 2026 dengan 1998.

Pada 1998, Indonesia mengalami lonjakan inflasi sangat tinggi yang mencapai lebih dari 70 persen. Kenaikan harga berlangsung cepat dan menekan daya beli masyarakat secara drastis.

Baca Juga :  Daya Beli Masyarakat Jadi Penopang Ekonomi Indonesia 2026, Bukan Sekadar Belanja Pemerintah

Sementara itu, pada 2026 inflasi Indonesia tetap berada dalam kisaran rendah. Pemerintah mencatat inflasi masih terkendali di sekitar level target bank sentral.

Perbedaan ini menunjukkan stabilitas harga yang jauh lebih baik dibandingkan masa krisis sebelumnya.

Pertumbuhan Ekonomi Tetap Positif

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Indonesia juga menunjukkan kondisi yang jauh lebih stabil.

Pada 1998, ekonomi Indonesia terkontraksi tajam dan mencatat pertumbuhan negatif. Aktivitas usaha berhenti dan tingkat pengangguran melonjak.

Sebaliknya, pada 2026 ekonomi Indonesia masih tumbuh positif di atas 5 persen. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap bergerak, meskipun menghadapi tekanan global.

Purbaya menegaskan bahwa kondisi ini menunjukkan fondasi ekonomi nasional masih terjaga dengan baik.

Perbankan Jauh Lebih Kuat Dibanding 1998

Sektor perbankan menjadi salah satu pembeda paling signifikan antara 1998 dan 2026.

Saat krisis 1998, banyak bank mengalami kebangkrutan. Rasio kredit bermasalah melonjak tinggi, sementara modal perbankan tergerus hingga titik kritis.

Kini, kondisi perbankan Indonesia jauh lebih sehat. Rasio kecukupan modal berada di level tinggi dan kredit bermasalah tetap terkendali.

Purbaya menilai stabilitas ini menunjukkan sistem keuangan Indonesia lebih siap menghadapi tekanan eksternal.

Baca Juga :  Harga Emas Galeri 24 Hari Ini 27 April 2026 Naik atau Turun?

Cadangan Devisa Lebih Kuat

Pemerintah juga menyoroti cadangan devisa sebagai indikator penting stabilitas ekonomi.

Pada 1998, cadangan devisa Indonesia berada pada level rendah sehingga kemampuan menahan tekanan nilai tukar sangat terbatas.

Saat ini, cadangan devisa tercatat jauh lebih besar dan memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menjaga stabilitas rupiah.

Kondisi ini memperkuat daya tahan ekonomi nasional terhadap guncangan global.

Rupiah Melemah Bukan Berarti Krisis

Purbaya menegaskan bahwa pelemahan rupiah tidak otomatis menandakan krisis ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar saat ini masih berada dalam mekanisme pasar dan dipengaruhi faktor eksternal seperti kebijakan suku bunga global dan arus modal internasional.

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan tidak menunjukkan tanda-tanda krisis seperti 1998.

Pemerintah Minta Publik Tidak Panik

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membandingkan kondisi saat ini dengan krisis masa lalu secara berlebihan.

Purbaya menekankan bahwa ekonomi Indonesia kini memiliki struktur yang lebih kuat, sistem keuangan yang lebih stabil, dan kebijakan fiskal yang lebih terukur.

Ia menilai kekhawatiran berlebihan justru dapat mempengaruhi sentimen pasar secara tidak perlu. (man)

Berita Terkait

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600
Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI
BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah
Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah
DPR Minta BI Perkuat Instrumen Swap Line demi Jaga Stabilitas Rupiah
Pemicu Saham BBRI, BBCA Cs Turun Tajam di Awal Perdagangan: Rupiah Melemah hingga Sentimen Global Tekan Pasar
Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah, Kelas Menengah, hingga Arah Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan
OJK Tanggapi Arahan Kredit Rakyat Bunga 5 Persen dari Prabowo
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB