Jambi, jemarionline.com – Investigasi Distribusi BBM Jambi langsung dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga setelah muncul laporan dugaan pelanggaran distribusi BBM oleh mobil tangki di wilayah Jambi.
Perusahaan segera bergerak bersama Regional Sumbagsel dan mitra transportasi PT Elnusa Petrofin untuk memeriksa kebenaran informasi yang beredar di media sosial.
Tim gabungan kemudian turun ke lapangan untuk memeriksa aktivitas distribusi, mencocokkan data pengiriman BBM, dan menelusuri potensi penyimpangan.
Mereka mengumpulkan berbagai bukti operasional guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan yang berlaku.
AMT Diberhentikan dan Kasus Dibawa ke Aparat Hukum
Perusahaan transportir langsung mengambil tindakan terhadap Awak Mobil Tangki (AMT) yang di duga terlibat.
Mereka memberhentikan AMT tersebut setelah menemukan indikasi pelanggaran dalam pemeriksaan awal.
Selain itu, perusahaan juga menyerahkan kasus ini kepada kepolisian agar aparat hukum dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah ini menunjukkan sikap tegas terhadap setiap dugaan pelanggaran di lapangan.
Pertamina Tegaskan Komitmen Tanpa Toleransi
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan tidak mentoleransi pelanggaran dalam distribusi energi.
Ia menyampaikan bahwa Pertamina Patra Niaga menjalankan distribusi BBM dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap regulasi.
Ia juga menjelaskan bahwa perusahaan selalu menindak setiap laporan pelanggaran secara serius.
Tim internal kemudian melakukan investigasi mendalam dan mengambil tindakan sesuai tingkat pelanggaran yang terbukti.
Pengawasan Distribusi Diperketat
Pertamina Patra Niaga memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM dengan meningkatkan pemantauan operasional harian.
Perusahaan juga melakukan evaluasi rutin terhadap mitra transportasi untuk mencegah potensi penyimpangan.
Selain itu, perusahaan meningkatkan koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait.
Langkah ini bertujuan menjaga distribusi energi tetap aman, tertib, dan sesuai aturan.
Pertamina mengajak masyarakat ikut mengawasi distribusi BBM.
Perusahaan meminta masyarakat segera melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran melalui aparat penegak hukum atau layanan Pertamina Contact Center 135.
Dengan partisipasi publik, perusahaan berharap pengawasan distribusi energi berjalan lebih efektif dan potensi pelanggaran bisa segera terdeteksi sejak awal.(ar)









