Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Belarus kerja sama 2026–2030 dalam Sidang Komisi Bersama di Minsk untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi bilateral.( Poto : ANTARA ).

Indonesia Belarus kerja sama 2026–2030 dalam Sidang Komisi Bersama di Minsk untuk memperkuat hubungan ekonomi, perdagangan, dan investasi bilateral.( Poto : ANTARA ).

Jakarta, jemarionline.com – Indonesia dan Belarus kerja sama memperkuat hubungan bilateral dengan menyepakati Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030.

Kesepakatan ini muncul dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) Ke-8 RI–Belarus Bidang Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Minsk, Belarus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto bersama Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menandatangani dokumen tersebut.

Keduanya mendorong kerja sama yang lebih terarah, terukur, dan berorientasi hasil melalui roadmap tersebut.

Penyusunan Arah Kerja Sama 2026–2030

Indonesia dan Belarus menyusun roadmap sebagai panduan utama untuk mengembangkan kerja sama di berbagai sektor strategis selama periode 2026–2030.

Kedua negara juga menyiapkan dokumen ini sebagai salah satu hasil penting menjelang kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia pada 2026.

Selain itu, kedua pihak membahas pembentukan Dewan Bisnis Indonesia–Belarus untuk memperkuat hubungan antar pelaku usaha.

Mereka juga merencanakan forum bisnis bilateral yang akan digelar bersamaan dengan agenda kunjungan tingkat tinggi tersebut.

Baca Juga :  Daya Beli Lesu, Pengeluaran Konsumen AS Nyaris Stagnan

Keterlibatan Delegasi dan Pelaku Usaha

Delegasi pemerintah Indonesia dan Belarus menghadiri pertemuan ini, termasuk pejabat bidang ekonomi, perdagangan, dan teknis. Pemerintah Belarus mengundang pelaku usaha Indonesia untuk melihat langsung potensi industri mereka, terutama di sektor pertanian, manufaktur, dan fasilitas industri.

Sidang Komisi Bersama Ke-8 RI–Belarus berlangsung di Minsk, Belarus.

Forum ini berfungsi sebagai wadah resmi bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknologi.

Latar Belakang Penguatan Hubungan Ekonomi

Indonesia menempatkan Belarus sebagai mitra strategis dalam upaya diversifikasi pasar dan penguatan industri nasional.

Belarus menawarkan keunggulan di sektor alat berat, pertanian, dan industri kimia yang mendukung kebutuhan pembangunan Indonesia.

Kedua negara juga mendorong implementasi Indonesia–EAEU FTA untuk membuka akses perdagangan dan investasi yang lebih luas serta saling menguntungkan.

Implementasi Kerja Sama di Sektor Prioritas

Indonesia dan Belarus mengembangkan berbagai skema kerja sama seperti joint venture, local assembly, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional.

Baca Juga :  Utang Amerika Bengkak Jadi Rp635.572 Triliun, IMF Ingatkan Risiko Global

Kedua pihak memprioritaskan sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian.

Di sektor pertanian, kedua negara memperkuat kerja sama mekanisasi dan penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas.

Indonesia juga memperluas peluang ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, dan manufaktur ke Belarus serta kawasan Uni Ekonomi Eurasia.

Selain sektor ekonomi, kedua negara juga memperluas kerja sama di bidang investasi, kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata.

Proyeksi Pertumbuhan Perdagangan Bilateral

Indonesia dan Belarus mencatat pertumbuhan perdagangan sekitar 72,6 persen secara tahunan dengan nilai mencapai sekitar 221 juta dolar AS.

Kedua negara menargetkan roadmap 2026–2030 dapat memperkuat kerja sama ekonomi jangka panjang dan menghasilkan proyek konkret yang dapat berjalan secara berkelanjutan.(ar)

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru