Banyak yang Belum Tahu, Hari Ibu Indonesia Ternyata Punya Sejarah Berbeda

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Iklan perusahaan Coklat Whitman untuk memperingati hari Ibu tahun 1946. (via envisioningtheamericandream.com)

Iklan perusahaan Coklat Whitman untuk memperingati hari Ibu tahun 1946. (via envisioningtheamericandream.com)

Jemarionline.com – Peringatan Hari Ibu selalu menjadi momen spesial bagi banyak orang di berbagai negara. Banyak orang memberikan ucapan kasih sayang, hadiah sederhana, hingga unggahan di media sosial saat Hari Ibu tiba. Namun, tidak semua orang mengetahui bahwa Hari Ibu di Indonesia memiliki sejarah dan tanggal yang berbeda dibandingkan dengan perayaan Mother’s Day di banyak negara lain.

Indonesia memperingati Hari Ibu setiap 22 Desember. Sementara itu, sebagian besar negara di dunia merayakan Hari Ibu pada Minggu kedua bulan Mei. Perbedaan tersebut bukan sekadar soal tanggal, melainkan juga berkaitan dengan sejarah dan makna yang melatarbelakanginya.

Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan perempuan dalam membangun bangsa. Sebaliknya, Hari Ibu Sedunia berkembang dari gerakan penghormatan terhadap sosok ibu dalam keluarga. Meski memiliki akar sejarah berbeda, keduanya sama-sama mengajarkan pentingnya menghargai peran perempuan dan ibu dalam kehidupan masyarakat.

Hari Ibu Indonesia Berasal dari Perjuangan Perempuan

Sejarah Hari Ibu di Indonesia berkaitan erat dengan Kongres Perempuan Indonesia pertama yang berlangsung pada 22 hingga 25 Desember 1928 di Yogyakarta. Kongres tersebut menjadi tonggak penting kebangkitan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, pendidikan, hingga peran sosial di tengah masyarakat.

Berbagai organisasi perempuan dari sejumlah daerah hadir dalam kongres tersebut. Mereka membahas persoalan pendidikan, pernikahan anak, hingga kedudukan perempuan dalam kehidupan berbangsa. Semangat persatuan perempuan Indonesia saat itu menjadi bagian penting dari perjuangan nasional.

Pemerintah kemudian menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang ditandatangani Presiden Soekarno. Pemerintah menetapkan tanggal itu untuk mengenang perjuangan perempuan Indonesia dalam sejarah bangsa.

Karena itu, makna Hari Ibu di Indonesia jauh lebih luas dibanding sekadar memberikan bunga atau hadiah kepada ibu. Hari Ibu juga menjadi momentum untuk menghargai kontribusi perempuan dalam pendidikan, sosial, ekonomi, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Hari Ibu Sedunia Berawal dari Amerika Serikat

Sejarah Hari Ibu Sedunia atau Mother’s Day berasal dari Amerika Serikat. Seorang perempuan bernama Anna Jarvis mempopulerkan peringatan tersebut pada awal abad ke-20.

Anna Jarvis ingin mengenang jasa ibunya, Ann Reeves Jarvis, yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Setelah sang ibu meninggal dunia pada 1905, Anna mulai memperjuangkan adanya hari khusus untuk menghormati para ibu.

Baca Juga :  Internet Telkomsel-IndiHome Sempat Gangguan Nasional, Akses Data Lumpuh

Pada 1908, masyarakat menggelar peringatan Mother’s Day pertama di sebuah gereja di Virginia Barat, Amerika Serikat. Perjuangan Anna Jarvis akhirnya membuahkan hasil ketika Presiden Woodrow Wilson menetapkan Minggu kedua bulan Mei sebagai Hari Ibu nasional di Amerika Serikat pada 1914.

Banyak negara kemudian mengikuti tradisi tersebut dan mulai merayakan Hari Ibu setiap bulan Mei. Masyarakat biasanya merayakan momen itu dengan memberikan kartu ucapan, bunga, makan malam keluarga, hingga hadiah sebagai bentuk penghormatan kepada ibu.

Perbedaan Makna Hari Ibu Indonesia dan Dunia

Hari Ibu di Indonesia dan Mother’s Day internasional memang sama-sama bertujuan menghormati ibu. Namun, keduanya memiliki makna yang berbeda.

Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan perempuan dan nasionalisme. Peringatan ini menekankan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa serta kesetaraan hak di masyarakat.

Sebaliknya, Mother’s Day internasional lebih berfokus pada penghargaan terhadap peran ibu dalam keluarga. Tradisinya banyak diisi dengan aktivitas personal bersama keluarga sebagai bentuk kasih sayang kepada ibu.

Perbedaan tersebut membuat Hari Ibu di Indonesia memiliki nuansa historis dan sosial yang lebih kuat. Banyak kalangan menilai masyarakat mulai menggeser makna asli Hari Ibu nasional karena lebih mengenalnya sebagai momen memberi hadiah kepada ibu.

Sejumlah warganet di media sosial juga menyoroti bahwa Hari Ibu Indonesia sebenarnya berkaitan dengan perjuangan perempuan, bukan sekadar perayaan keluarga semata.

Peran Ibu Sangat Penting dalam Kehidupan

Sosok ibu memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia. Banyak orang menyebut ibu sebagai sekolah pertama bagi anak karena ibu menjadi sosok terdekat dalam proses tumbuh kembang keluarga.

Peran ibu tidak hanya terbatas di rumah tangga. Banyak perempuan Indonesia kini aktif berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga pemerintahan. Karena itu, Hari Ibu juga menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam kemajuan bangsa.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak organisasi memanfaatkan peringatan Hari Ibu untuk mengangkat isu pemberdayaan perempuan, kesetaraan kesempatan kerja, hingga perlindungan perempuan dan anak.

Momentum Hari Ibu juga mendorong berbagai komunitas mengadakan seminar, kampanye sosial, hingga kegiatan penghargaan kepada perempuan inspiratif.

Baca Juga :  Garuda Indonesia Resmi Jadi Holding Maskapai BUMN

Tradisi Hari Ibu di Berbagai Negara

Setiap negara memiliki tradisi Hari Ibu yang berbeda. Di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa, anak-anak biasanya memberikan bunga anyelir, kartu ucapan, atau hadiah kepada ibu mereka.

Masyarakat Jepang menjadikan bunga anyelir merah sebagai simbol kasih sayang kepada ibu. Sementara itu, Thailand merayakan Hari Ibu bersamaan dengan ulang tahun Ratu Sirikit yang dianggap sebagai ibu bangsa.

Di Indonesia, masyarakat biasanya merayakan Hari Ibu dengan memberikan ucapan terima kasih, hadiah sederhana, hingga kegiatan sekolah yang melibatkan orang tua.

Meski terlihat sederhana, makna utama Hari Ibu sebenarnya terletak pada penghargaan dan perhatian kepada sosok ibu yang selama ini berperan besar dalam kehidupan keluarga.

Hari Ibu Bukan Sekadar Perayaan Tahunan

Peringatan Hari Ibu seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan semata. Banyak pihak menilai penghormatan kepada ibu dan perempuan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat dapat menunjukkan semangat Hari Ibu dengan menghargai perempuan, mendukung pendidikan anak, menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, hingga membangun kesetaraan kesempatan.

Perempuan Indonesia sudah menunjukkan semangat tersebut sejak Kongres Perempuan 1928. Para tokoh perempuan saat itu memperjuangkan pendidikan, hak perempuan, dan kemajuan bangsa di tengah keterbatasan zaman.

Karena itu, Hari Ibu nasional menjadi pengingat bahwa perempuan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa.

Makna Hari Ibu di Era Modern

Di era digital seperti sekarang, masyarakat merayakan Hari Ibu dengan cara yang semakin modern. Banyak orang mengunggah ucapan di media sosial, membuat video pendek, hingga mengikuti kampanye digital.

Namun, makna Hari Ibu tetap relevan hingga saat ini. Penghargaan terhadap ibu dan perempuan tidak hanya terlihat lewat hadiah, tetapi juga melalui perhatian, dukungan emosional, dan penghormatan terhadap perjuangan mereka.

Hari Ibu juga menjadi momentum refleksi tentang pentingnya keluarga dalam membangun generasi masa depan. Sosok ibu sering menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak dan menjaga keharmonisan keluarga.

Karena itu, Hari Ibu bukan hanya milik para ibu. Peringatan tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus menghargai perempuan dan perannya dalam kehidupan sosial.

Berita Terkait

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis
Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla
KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten
Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul
Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK
Daftar 10 Jenderal Bintang Empat TNI Polri Aktif Era Prabowo
Skema Pensiun ASN 2027 Berubah Langsung Masuk Rekening, PT Taspen Nyatakan Kesiapan Penuh
Menkop Pastikan Penyaluran Gaji PNS Lewat Koperasi Merah Putih Mulai Direalisasikan Tahun Ini
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:58 WIB

BKN Buka Suara Soal Peluang PPPK Menjadi PNS: Tidak Ada Pengangkatan Otomatis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Aturan Baru Penyaluran MBG Saat Sekolah Terapkan PJJ Akibat Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:02 WIB

KPK Sita Tong Biru Berisi Uang Ratusan Juta Rupiah Terkait Suap Proyek Klaten

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:56 WIB

Sekjen PBB Kunjungi RI, Polisi Terapkan Rekayasa Jalur Jakarta Sentul

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Profil Hamenang Wajar Ismoyo dan Catatan Hartanya Usai Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Deretan Huawei Nova 16s Series dengan kamera 200 MP resmi hadir di Indonesia mengusung baterai 7.000 mAh.(poto: AI).

Teknologi

Huawei Nova 16s Series Rilis di RI Bawa Kamera 200 MP

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:07 WIB

Ilustarsi Seorang warga sedang bertransaksi membeli emas Antam di outlet Pegadaian, Kamis (22/10/2026).(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Pegadaian 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:20 WIB

Petugas Mantri BRI menjelaskan tabel simulasi angsuran KUR kepada pelaku usaha mikro di warung kelontong.(ilustrasi poto: AI).

Ekonomi

Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Pinjaman Rp 60 Juta

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:14 WIB

Emas batangan Antam kemasan CertiCard pecahan 1 gram bersanding dengan kalkulator di atas meja kayu.(poto: AI).

Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 22 Oktober 2026 Turun Tipis

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:09 WIB