Gunung Dukono Meletus, Dua WNA Meninggal Dunia Saat Pendakian

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Dok. Istimewa Twitter @PVMBG_).

(Dok. Istimewa Twitter @PVMBG_).

Jemarionline.com – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meletus pada Jumat pagi (8/5/2026). Erupsi ini menimbulkan dampak serius setelah dua warga negara asing yang berada di kawasan gunung tersebut kehilangan nyawa.

Petugas menerima laporan korban beberapa saat setelah aktivitas vulkanik meningkat. Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk mengamankan area dan melakukan evakuasi.

Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Dua WNA meninggal dunia di sekitar kawasan Gunung Dukono. Kami masih mendalami identitas lengkap korban,” ujarnya.

Erupsi Terjadi Saat Aktivitas Pendakian

Erupsi Gunung Dukono berlangsung saat sejumlah pendaki berada di jalur menuju kawasan puncak. Gunung mengeluarkan asap tebal dan material vulkanik dengan intensitas tinggi.

Warga sekitar melihat peningkatan aktivitas sejak pagi hari. Mereka kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada petugas keamanan setempat.

Tidak lama setelah laporan masuk, tim SAR dan aparat kepolisian bergerak ke lokasi untuk menutup akses dan mengevakuasi pendaki lain yang masih berada di jalur berbahaya.

Baca Juga :  Gunung Ile Lewotolok Erupsi 19 Kali, Warga Diminta Tetap Siaga

Dua WNA Tewas di Area Gunung

Petugas menemukan dua korban dalam kondisi tidak bernyawa di area sekitar jalur pendakian. Kedua korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat erupsi meningkat.

Tim kemudian mengevakuasi jenazah ke pos aman sebelum membawanya untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga kini, aparat masih memeriksa identitas resmi kedua korban. Informasi awal menyebutkan keduanya merupakan warga negara asing, namun detail kewarganegaraan masih menunggu konfirmasi.

Evakuasi Terkendala Kondisi Vulkanik

Tim SAR gabungan menghadapi tantangan medan yang cukup berat selama proses evakuasi. Aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat petugas harus bergerak dengan sangat hati-hati.

Mereka menyisir beberapa titik di jalur pendakian untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal. Petugas juga menutup sementara seluruh akses menuju Gunung Dukono.

Hingga sore hari, tim masih melakukan pemantauan di beberapa area yang dianggap berisiko tinggi.

Status Gunung Masih Waspada

Pos Pengamatan Gunung Api Dukono mencatat aktivitas vulkanik masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Gunung ini beberapa kali mengeluarkan letusan dengan kolom abu yang mencapai ribuan meter.

Baca Juga :  Sinabung Meningkat, Aktivitas Vulkanik Terpantau Menguat

Petugas vulkanologi tetap mempertahankan status Level II atau Waspada. Mereka mengingatkan bahwa erupsi bisa terjadi kapan saja tanpa tanda awal yang jelas.

Imbauan untuk Masyarakat dan Pendaki

Pemerintah daerah bersama petugas vulkanologi meminta masyarakat menjauhi radius bahaya Gunung Dukono. Aktivitas pendakian juga dihentikan sementara sampai kondisi benar-benar aman.

Petugas menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini.

“Masyarakat harus mengikuti seluruh arahan resmi dan tidak memasuki area terlarang,” kata petugas di lokasi.

Penanganan Lanjutan

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus memantau kondisi di sekitar gunung. Mereka juga menyiapkan posko darurat untuk mendukung proses penanganan lebih lanjut.

Pemerintah daerah berkoordinasi dengan pusat vulkanologi untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono secara real time.

Sementara itu, pihak terkait juga telah berkomunikasi dengan perwakilan negara asal korban terkait insiden tersebut.

Berita Terkait

BMKG Rilis Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Berbagai Wilayah Indonesia Hari Ini
Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk Enam Kodam Daerah
Lorong Bangkai KM Virgo Tertutup Hambat Evakuasi Penyelam
Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Berbagai Daerah
Ramalan Zodiak Hari Ini: 4 Bintang Diprediksi Beruntung pada 28 September 2026
Miliarder Indonesia Akhir September 2026 versi Forbes
Terombang-ambing 345 Km, Jasad ABK Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano
Presiden Prabowo Subianto Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Desa Merah Putih
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:22 WIB

BMKG Rilis Potensi Hujan Lebat Disertai Petir di Berbagai Wilayah Indonesia Hari Ini

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI Termasuk Enam Kodam Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:12 WIB

Lorong Bangkai KM Virgo Tertutup Hambat Evakuasi Penyelam

Senin, 28 September 2026 - 09:28 WIB

Program Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Masih Berlaku di Berbagai Daerah

Senin, 28 September 2026 - 08:36 WIB

Ramalan Zodiak Hari Ini: 4 Bintang Diprediksi Beruntung pada 28 September 2026

Berita Terbaru

Peresmian program inkubasi startup NextDev ke-12 bertema AI-Powered Innovations yang digelar Telkomsel di Cikini, Jakarta Pusat.

Teknologi

Telkomsel Buka Program Inkubasi NextDev Ke-12 Inovasi AI

Jumat, 9 Okt 2026 - 07:32 WIB