Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ANTARA FOTO

ANTARA FOTO

Jemarionline.com – Pemerintah Kamboja mendeportasi ribuan warga negara asing (WNA) ilegal dalam operasi besar pada akhir April 2026. Aparat memulangkan 2.671 orang ke negara asal masing-masing selama periode 20 hingga 30 April.

Otoritas menjalankan proses deportasi secara bertahap. Mereka mengawal setiap pemulangan untuk memastikan prosedur berjalan lancar.

Langkah ini menjadi salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan pemerintah Kamboja dalam menangani pelanggaran imigrasi.

WNA dari Banyak Negara Terlibat

Otoritas menemukan WNA dari berbagai negara dalam operasi tersebut. Mereka mencatat warga dari Indonesia, China, Thailand, Vietnam, Pakistan, hingga beberapa negara Afrika dan Eropa.

Data menunjukkan jumlah terbesar berasal dari kawasan Asia, terutama China dan Thailand. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa jaringan lintas negara berperan dalam aktivitas ilegal tersebut.

Penipuan Daring Jadi Kasus Utama

Aparat menemukan banyak WNA menjalankan praktik penipuan daring selama berada di Kamboja. Mereka mengoperasikan berbagai modus scam untuk menipu korban di berbagai negara.

Otoritas mencatat ratusan pelaku berasal dari China dan Thailand. Mereka menjalankan operasi secara terorganisir dengan memanfaatkan teknologi digital.

Baca Juga :  Rasio Utang Tertinggi di ASEAN, Indonesia Ada di Posisi Ini

Selain penipuan daring, aparat juga mengungkap berbagai pelanggaran lain, seperti:

  • Migrasi ilegal
  • Pemalsuan dokumen
  • Penggunaan visa tidak sah
  • Aktivitas kerja tanpa izin
  • Keterlibatan dalam penculikan

Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku tidak hanya melanggar aturan imigrasi, tetapi juga menjalankan kejahatan serius.

Pemerintah Tekan Kejahatan Lintas Negara

Pemerintah Kamboja menjalankan operasi ini untuk menekan kejahatan transnasional. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak laporan mengaitkan wilayah Kamboja dengan aktivitas penipuan daring internasional.

Melalui langkah ini, pemerintah ingin memutus jaringan kriminal sekaligus memperbaiki citra negara.

Pengamat menilai tindakan ini sebagai sinyal kuat bahwa Kamboja tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan.

Pengawasan Imigrasi Makin Ketat

Aparat memperketat pengawasan terhadap warga asing setelah operasi tersebut. Mereka meningkatkan razia, memeriksa dokumen secara rutin, dan memantau aktivitas mencurigakan.

Pemerintah juga mendorong koordinasi antarinstansi agar pengawasan berjalan lebih efektif.

Langkah ini bertujuan mencegah masuknya pelaku baru sekaligus menekan aktivitas ilegal yang sudah ada.

Dampak bagi Warga Indonesia

Sejumlah warga negara Indonesia ikut dalam daftar deportasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kasus tersebut juga menyentuh masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  Kode QR Baru Ini Bisa Bahayakan Pengguna, Simbol Teks Jadi Modus

Kasus ini mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menerima tawaran kerja di luar negeri, terutama yang berbasis online tanpa kejelasan hukum.

Perwakilan Indonesia biasanya memberikan pendampingan bagi WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri.

Kejahatan Siber Terus Berkembang

Kasus ini mencerminkan tren meningkatnya kejahatan siber di Asia Tenggara. Banyak pelaku memanfaatkan teknologi untuk menjalankan penipuan lintas negara.

Beberapa modus yang sering muncul antara lain:

  • Penipuan investasi
  • Love scam
  • Penipuan kerja luar negeri
  • Judi online ilegal

Pelaku terus mengembangkan cara baru untuk menarik korban, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

Upaya Perbaiki Citra Negara

Pemerintah Kamboja ingin memperbaiki reputasi melalui langkah tegas ini. Selama ini, berbagai laporan internasional sering mengaitkan negara tersebut dengan aktivitas scam.

Dengan operasi besar ini, pemerintah menunjukkan komitmen dalam menegakkan hukum.

Langkah tersebut juga membantu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas keamanan.

Berita Terkait

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Trump Sebut Kesepakatan Akhiri Perang dengan Iran Ditandatangani Hari Ini
AS dan Iran Capai Kesepakatan Nuklir, Program Nuklir Teheran Akan Dibongkar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:00 WIB

Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:00 WIB

Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan

Berita Terbaru

Ilustrasi AI.(Pexels/cottonbro studio)

Teknologi

Perusahaan Kembali Rekrut Karyawan Setelah Uji Coba AI

Selasa, 7 Jul 2026 - 11:00 WIB