Jemarionline.com – Pemerintah Kamboja mendeportasi ribuan warga negara asing (WNA) ilegal dalam operasi besar pada akhir April 2026. Aparat memulangkan 2.671 orang ke negara asal masing-masing selama periode 20 hingga 30 April.
Otoritas menjalankan proses deportasi secara bertahap. Mereka mengawal setiap pemulangan untuk memastikan prosedur berjalan lancar.
Langkah ini menjadi salah satu operasi terbesar yang pernah dilakukan pemerintah Kamboja dalam menangani pelanggaran imigrasi.
WNA dari Banyak Negara Terlibat
Otoritas menemukan WNA dari berbagai negara dalam operasi tersebut. Mereka mencatat warga dari Indonesia, China, Thailand, Vietnam, Pakistan, hingga beberapa negara Afrika dan Eropa.
Data menunjukkan jumlah terbesar berasal dari kawasan Asia, terutama China dan Thailand. Fakta ini menguatkan dugaan bahwa jaringan lintas negara berperan dalam aktivitas ilegal tersebut.
Penipuan Daring Jadi Kasus Utama
Aparat menemukan banyak WNA menjalankan praktik penipuan daring selama berada di Kamboja. Mereka mengoperasikan berbagai modus scam untuk menipu korban di berbagai negara.
Otoritas mencatat ratusan pelaku berasal dari China dan Thailand. Mereka menjalankan operasi secara terorganisir dengan memanfaatkan teknologi digital.
Selain penipuan daring, aparat juga mengungkap berbagai pelanggaran lain, seperti:
- Migrasi ilegal
- Pemalsuan dokumen
- Penggunaan visa tidak sah
- Aktivitas kerja tanpa izin
- Keterlibatan dalam penculikan
Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian pelaku tidak hanya melanggar aturan imigrasi, tetapi juga menjalankan kejahatan serius.
Pemerintah Tekan Kejahatan Lintas Negara
Pemerintah Kamboja menjalankan operasi ini untuk menekan kejahatan transnasional. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak laporan mengaitkan wilayah Kamboja dengan aktivitas penipuan daring internasional.
Melalui langkah ini, pemerintah ingin memutus jaringan kriminal sekaligus memperbaiki citra negara.
Pengamat menilai tindakan ini sebagai sinyal kuat bahwa Kamboja tidak memberi ruang bagi pelaku kejahatan.
Pengawasan Imigrasi Makin Ketat
Aparat memperketat pengawasan terhadap warga asing setelah operasi tersebut. Mereka meningkatkan razia, memeriksa dokumen secara rutin, dan memantau aktivitas mencurigakan.
Pemerintah juga mendorong koordinasi antarinstansi agar pengawasan berjalan lebih efektif.
Langkah ini bertujuan mencegah masuknya pelaku baru sekaligus menekan aktivitas ilegal yang sudah ada.
Dampak bagi Warga Indonesia
Sejumlah warga negara Indonesia ikut dalam daftar deportasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kasus tersebut juga menyentuh masyarakat Indonesia.
Kasus ini mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menerima tawaran kerja di luar negeri, terutama yang berbasis online tanpa kejelasan hukum.
Perwakilan Indonesia biasanya memberikan pendampingan bagi WNI yang menghadapi masalah hukum di luar negeri.
Kejahatan Siber Terus Berkembang
Kasus ini mencerminkan tren meningkatnya kejahatan siber di Asia Tenggara. Banyak pelaku memanfaatkan teknologi untuk menjalankan penipuan lintas negara.
Beberapa modus yang sering muncul antara lain:
- Penipuan investasi
- Love scam
- Penipuan kerja luar negeri
- Judi online ilegal
Pelaku terus mengembangkan cara baru untuk menarik korban, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
Upaya Perbaiki Citra Negara
Pemerintah Kamboja ingin memperbaiki reputasi melalui langkah tegas ini. Selama ini, berbagai laporan internasional sering mengaitkan negara tersebut dengan aktivitas scam.
Dengan operasi besar ini, pemerintah menunjukkan komitmen dalam menegakkan hukum.
Langkah tersebut juga membantu meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap stabilitas keamanan.









