Rupiah Dinilai Undervalued, Gubernur BI Beberkan 7 Strategi Penguatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA

Foto: KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA

Jemarionline.com – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menilai nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya. Ia menyampaikan hal tersebut setelah rapat terbatas bersama Presiden di Istana Negara.

Perry menegaskan bahwa kondisi ini tidak mencerminkan kekuatan ekonomi Indonesia yang sebenarnya. Ia menyebut ekonomi domestik tetap solid dengan pertumbuhan stabil, inflasi terkendali, dan sistem keuangan yang terjaga.

“Rupiah saat ini undervalued,” kata Perry.

Tekanan Rupiah Berasal dari Faktor Eksternal

Bank Indonesia melihat tekanan terhadap rupiah lebih banyak berasal dari faktor global. Kenaikan suku bunga Amerika Serikat, ketidakpastian pasar keuangan, serta tensi geopolitik mendorong investor global mencari aset yang lebih aman.

Selain itu, kebutuhan impor dan permintaan dolar AS dalam periode tertentu juga ikut menekan rupiah.

Kondisi ini membuat rupiah melemah, meskipun ekonomi domestik tetap menunjukkan kinerja yang baik.

BI Jalankan 7 Strategi untuk Menguatkan Rupiah

Untuk menjaga stabilitas dan mendorong penguatan nilai tukar, Bank Indonesia menjalankan tujuh strategi utama:

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.395 per Dolar AS, Konflik Global Tekan Pasar

1. Intervensi Pasar Valas

BI aktif masuk ke pasar valuta asing untuk menjaga keseimbangan supply dan demand. Langkah ini membantu meredam gejolak yang berlebihan.

2. Optimalkan Kebijakan Moneter

BI mengelola suku bunga dan likuiditas agar tetap mendukung stabilitas rupiah sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi.

3. Dorong Arus Modal Masuk

Bank Indonesia meningkatkan daya tarik investasi agar modal asing terus masuk ke dalam negeri.

4. Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah

BI bekerja sama dengan pemerintah untuk menjaga keseimbangan kebijakan fiskal dan moneter.

5. Jaga Likuiditas Pasar

BI memastikan likuiditas tetap cukup agar pasar keuangan berjalan stabil tanpa tekanan berlebih.

6. Kembangkan Pasar Keuangan

BI terus memperluas instrumen keuangan domestik agar investor memiliki lebih banyak pilihan.

7. Kendalikan Permintaan Dolar

BI mengatur kebijakan devisa untuk menekan permintaan dolar AS yang berlebihan.

Cadangan Devisa Jadi Andalan

Bank Indonesia memanfaatkan cadangan devisa sebagai alat utama untuk menjaga stabilitas rupiah. Dengan cadangan yang kuat, BI dapat melakukan intervensi secara terukur saat pasar bergejolak.

Baca Juga :  Waka BGN Murka, SPPG Beroperasi Tanpa Pengawas Gizi

Perry menegaskan bahwa cadangan devisa Indonesia berada pada level yang aman dan cukup untuk menghadapi tekanan eksternal.

Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Sejumlah indikator menunjukkan kekuatan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen, inflasi terkendali, dan sektor perbankan mencatat pertumbuhan kredit yang positif.

Kondisi ini memperkuat keyakinan bahwa rupiah memiliki potensi untuk kembali ke level yang lebih kuat.

Rupiah Berpeluang Menguat

Dengan strategi yang dijalankan, Bank Indonesia optimistis rupiah akan menguat secara bertahap. Banyak analis juga melihat kondisi undervalued sebagai peluang bagi penguatan di masa depan.

Ketika tekanan global mereda, rupiah berpotensi naik lebih cepat karena didukung fundamental yang solid.

Investor Perlu Tetap Waspada

Meski prospek terlihat positif, pelaku pasar tetap perlu mencermati perkembangan global. Perubahan kebijakan suku bunga, konflik geopolitik, dan arus modal dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

Karena itu, investor perlu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan risiko dan peluang secara seimbang.

Berita Terkait

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.395 per Dolar AS, Konflik Global Tekan Pasar
Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen
IHSG Ambruk 1,4% di Awal Pekan, Saham Perbankan Jadi Beban Utama Pasar
Prabowo Dorong Ekonomi Biru untuk Perkuat Sektor Kelautan Nasional
Rupiah Tertekan, Dinar Kuwait Tetap Menguat di Puncak Dunia
Transparansi Biaya Aplikasi Ojol Masih Jadi Sorotan Meski Ada Perpres
Gaji ke-13 Pensiunan PNS 2026: Jadwal Cair, Besaran, dan Ketentuan Lengkap
Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Kualitas Data Sensus Ekonomi 2026 Tentukan Arah Pembangunan Daerah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 15:00 WIB

Pemutihan PBB Depok, Denda Dihapus 100 Persen

Senin, 11 Mei 2026 - 14:00 WIB

IHSG Ambruk 1,4% di Awal Pekan, Saham Perbankan Jadi Beban Utama Pasar

Senin, 11 Mei 2026 - 08:00 WIB

Prabowo Dorong Ekonomi Biru untuk Perkuat Sektor Kelautan Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 07:00 WIB

Rupiah Tertekan, Dinar Kuwait Tetap Menguat di Puncak Dunia

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:00 WIB

Transparansi Biaya Aplikasi Ojol Masih Jadi Sorotan Meski Ada Perpres

Berita Terbaru