Jakarta, Jemarionline.com – Transformasi digital yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mulai menunjukkan hasil nyata. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna super apps BRImo mencapai 47,8 juta user.
Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 18,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dengan capaian ini, BRImo semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu layanan keuangan digital terbesar di Indonesia.
Transformasi Digital Dorong Pertumbuhan
BRI mendorong pertumbuhan ini melalui strategi transformasi digital bertajuk BRIvolution Reignite. Program tersebut mempercepat pengembangan layanan berbasis teknologi.
Melalui langkah tersebut, BRI berhasil memperluas jangkauan layanan digital. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan pengalaman pengguna dalam bertransaksi.
Direktur Network & Retail Funding BRI, Aquarius Rudianto, menyampaikan bahwa peningkatan pengguna mencerminkan kepercayaan masyarakat.
“Basis pengguna yang besar menunjukkan BRImo sudah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujarnya.
Transaksi Digital Melonjak Tajam
Pertumbuhan pengguna juga diikuti lonjakan nilai transaksi. Hingga Triwulan I 2026, volume transaksi BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun.
Angka tersebut meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dengan peningkatan ini, BRImo tidak hanya populer, tetapi juga aktif digunakan dalam berbagai kebutuhan transaksi.
BRI terus mengembangkan lebih dari 100 fitur dalam aplikasi ini. Fitur tersebut mencakup pembayaran, transfer, investasi, hingga layanan keuangan lainnya.
Jadi Bagian dari Aktivitas Harian
Seiring meningkatnya penggunaan, BRImo kini menjadi bagian dari gaya hidup digital masyarakat. Banyak pengguna memanfaatkan aplikasi ini untuk kebutuhan harian.
Selain itu, kemudahan akses juga mendorong masyarakat beralih ke layanan digital. Proses transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
Aquarius menegaskan bahwa inovasi akan terus dilakukan. Dengan demikian, BRImo dapat menjawab kebutuhan pengguna yang terus berkembang.
Dampak ke Kinerja Keuangan BRI
Kinerja BRImo turut memberikan dampak positif terhadap keuangan BRI. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat mencapai Rp1.555,1 triliun.
Jumlah tersebut meningkat 9,4 persen secara tahunan.
Selain itu, komposisi dana murah (CASA) juga mengalami peningkatan. Hingga Triwulan I 2026, CASA mencapai 68,07 persen.
Kondisi ini membuat struktur pendanaan BRI semakin kuat. Di sisi lain, efisiensi biaya dana juga ikut meningkat.
Cost of fund berhasil turun dari 3 persen menjadi 2,3 persen. Dengan efisiensi ini, BRI memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan margin.
Kinerja Bisnis Tetap Tumbuh
Pertumbuhan digital turut mendorong kinerja bisnis secara keseluruhan. Hingga Maret 2026, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun.
Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, penyaluran kredit juga meningkat signifikan. BRI mencatat pertumbuhan kredit sebesar 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun.
Dengan pertumbuhan ini, BRI menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi.
Laba Bersih Ikut Meningkat
BRI juga mencatatkan kinerja laba yang positif. Hingga Triwulan I 2026, laba bersih konsolidasian mencapai Rp15,5 triliun.
Angka tersebut tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini didukung oleh strategi kredit yang selektif. Selain itu, manajemen juga menjaga kualitas aset dengan baik.
Perkuat Ekosistem Keuangan Digital
Ke depan, BRI akan terus memperkuat ekosistem digital. Perusahaan menargetkan peningkatan jumlah pengguna dan transaksi.
Oleh karena itu, inovasi menjadi fokus utama. BRI ingin memastikan layanan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
BRImo diharapkan tidak hanya menjadi aplikasi perbankan. Sebaliknya, aplikasi ini akan berkembang sebagai super apps yang terintegrasi.









