Daya Beli Lesu, Pengeluaran Konsumen AS Nyaris Stagnan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 April 2026 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Daya Beli Lesu, Pengeluaran Konsumen AS Nyaris Stagnan (AI)

Daya Beli Lesu, Pengeluaran Konsumen AS Nyaris Stagnan (AI)

Jemarionline.com, Pengeluaran konsumen masyarakat United States tercatat hampir tidak mengalami pertumbuhan, kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat mulai melemah di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Data terbaru memperlihatkan bahwa aktivitas belanja rumah tangga cenderung stagnan. Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, terutama untuk kebutuhan non-esensial.

Baca Juga :  Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.395 per Dolar AS, Konflik Global Tekan Pasar

Tekanan ekonomi masih kuat

Beberapa faktor yang menekan daya beli antara lain:

  • Inflasi yang masih tinggi
  • Suku bunga yang tetap ketat
  • Kenaikan biaya hidup, termasuk pangan, sewa, dan energi

Kondisi ini membuat banyak rumah tangga menahan pengeluaran dan fokus pada kebutuhan utama.

Dampak ke ekonomi

Melambatnya konsumsi menjadi perhatian karena belanja rumah tangga merupakan motor utama pertumbuhan ekonomi AS. Jika tren ini berlanjut, pertumbuhan ekonomi berpotensi ikut melambat dan memengaruhi sektor bisnis.

Baca Juga :  The Fed Tahan Suku Bunga, BI Siapkan Strategi

Meski terjadi perlambatan, kondisi ini belum menunjukkan tanda resesi. Ekonomi AS dinilai masih bertahan, namun berada dalam fase pelemahan konsumsi akibat tekanan biaya hidup.

Berita Terkait

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi
Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman
Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia
Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik
Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk
China dan Jepang Kembali Bersitegang, Insiden Jet Tempur di Laut Pasifik Picu Kekhawatiran Kawasan
Kamboja Deportasi Ribuan WNA Ilegal, Didominasi Kasus Penipuan Daring
Penembakan Saat Jamuan Malam Trump Gegerkan AS, Pelaku Dipastikan Tidak Terkait Iran
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Ekonomi

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:00 WIB

Dokter AS Positif Ebola saat Operasi Pasien di Kongo, Kini Dievakuasi ke Jerman

Senin, 18 Mei 2026 - 15:00 WIB

Petugas Bandara Jeddah Lakukan Penyitaan Rokok Milik Jemaah Haji Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rusia dan Ukraina Tukar 205 Tawanan Perang, Dimediasi AS di Tengah Memanasnya Konflik

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:00 WIB

Indonesia–Belarus Sepakati Roadmap Kerja Sama 2026–2030 di Minsk

Berita Terbaru