Trendsberita – Wacana baru muncul terkait penyaluran LPG subsidi di Indonesia.
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) mengusulkan agar pembelian LPG 3 kg menggunakan teknologi biometrik, seperti sidik jari atau retina mata.
Usulan ini muncul karena distribusi LPG bersubsidi dinilai belum tepat sasaran.
Ketua Banggar DPR, Said Abdullah, menyebut banyak penerima subsidi yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria.
Karena itu, diperlukan sistem yang lebih ketat dan akurat.
Penggunaan biometrik dinilai bisa menjadi solusi. Sistem ini memungkinkan identifikasi langsung terhadap penerima yang berhak.
Dengan cara tersebut, subsidi diharapkan tidak lagi bocor dan benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, DPR juga menyoroti besarnya beban anggaran subsidi energi. Penyaluran yang tidak tepat dinilai berpotensi memboroskan keuangan negara.
Wacana ini pun menjadi bagian dari upaya reformasi subsidi agar lebih efisien dan transparan.









