Prancis Kucurkan Rp1,22 Triliun untuk Redam Krisis Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prancis Kucurkan Rp1,22 Triliun untuk Redam Krisis Energi ( ANTARA/Anadolu/py.)

Prancis Kucurkan Rp1,22 Triliun untuk Redam Krisis Energi ( ANTARA/Anadolu/py.)

Jemarionline.com, Pemerintah Prancis menggelontorkan dana darurat sebesar 70 juta euro atau sekitar Rp1,22 triliun. Langkah ini diambil untuk meredam dampak krisis energi yang melanda kawasan Eropa.

Krisis energi terjadi akibat lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini dipicu oleh konflik di kawasan Timur Tengah yang mengganggu pasokan energi global.

Pemerintah memprioritaskan tiga sektor utama. Ketiganya adalah transportasi, pertanian, dan perikanan. Sektor-sektor ini dinilai paling terdampak oleh kenaikan harga bahan bakar.

Untuk sektor transportasi darat, pemerintah menyiapkan dana sekitar 50 juta euro. Bantuan diberikan dalam bentuk subsidi bahan bakar. Perusahaan kecil dan menengah akan menerima potongan harga sebesar 0,20 euro per liter.

Baca Juga :  Olimpiade Musim Dingin 2026 Jadi Trending Olahraga Dunia

Sementara itu, sektor pertanian mendapat keringanan pajak bahan bakar. Kebijakan ini berlaku selama satu bulan untuk membantu petani menekan biaya produksi.

Di sektor perikanan, pemerintah mengalokasikan sekitar 5 juta euro. Bantuan ini digunakan untuk menutup biaya operasional yang meningkat. Saat ini, biaya bahan bakar bisa mencapai 35 persen dari total pengeluaran nelayan.

Baca Juga :  Trump Minta Israel Hentikan Serangan, Netanyahu Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Lebanon

Selain bantuan langsung, pemerintah juga menawarkan dukungan tambahan. Pelaku usaha dapat menunda pembayaran pajak dan iuran sosial tanpa denda. Ada juga akses pinjaman hingga 50.000 euro melalui program khusus.

Kebijakan ini berlaku sepanjang April 2026. Pemerintah masih memantau perkembangan situasi global yang belum stabil.

Salah satu penyebab utama krisis ini adalah terganggunya jalur distribusi energi dunia, termasuk di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute penting pengiriman minyak global.

Berita Terkait

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV
Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita
Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan
Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS
Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS
Trump Dikecam Partainya Sendiri Usai Teken Kesepakatan Damai dengan Iran
Kapal Tanker Minyak Iran Akhirnya Lolos dari Blokade AS, Ekspor Kembali Berjalan
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Tegaskan Perjuangan Israel Belum Berakhir
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Peluang Emas Beasiswa Main Video Game Senilai Rp270 Juta di USV

Senin, 13 Juli 2026 - 13:00 WIB

Interpol Tangkap 5.811 Penipu Online, Aset Rp4,7 Triliun Disita

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:00 WIB

Gempa Venezuela Perparah Krisis, Sanksi Internasional Hambat Pemulihan

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:00 WIB

Harga Minyak Melambung ke US$81, Iran Tinggalkan Negosiasi dengan AS

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:00 WIB

Jepang Sudah Habiskan Rp1.200 Triliun, Yen Tetap Terpuruk terhadap Dolar AS

Berita Terbaru