Bom Waktu Krisis Energi ASEAN Berdetak, Siapa Bertahan?

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Infografis

Foto: Infografis

Jemarionline – Ancaman krisis energi di kawasan Asia Tenggara semakin nyata. Sejumlah negara di ASEAN kini menghadapi tekanan besar akibat ketergantungan tinggi pada impor bahan bakar.

Kondisi ini diperparah oleh gejolak global. Konflik geopolitik dan lonjakan harga energi membuat pasokan semakin tidak stabil.

Berdasarkan analisis terbaru, banyak negara di ASEAN masih bergantung pada energi yang dibayar menggunakan dolar Amerika Serikat. Ketergantungan ini menimbulkan risiko tambahan, terutama pada sektor keuangan dan stabilitas ekonomi.

Baca Juga :  Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya!

Selain itu, minimnya diversifikasi sumber energi membuat kawasan ini rentan. Ketika pasokan terganggu, dampaknya langsung terasa pada harga dan ketersediaan energi.

Beberapa negara bahkan mulai mengambil langkah darurat. Pembatasan bahan bakar hingga kebijakan kerja dari rumah menjadi opsi untuk menekan konsumsi energi.

Namun, tidak semua negara berada dalam posisi yang sama. Negara dengan cadangan energi besar atau sumber daya melimpah memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.

Indonesia, misalnya, masih memiliki cadangan batu bara dan potensi energi terbarukan yang cukup besar. Hal ini bisa menjadi keunggulan dalam menghadapi tekanan krisis.

Baca Juga :  Tetangga RI Terapkan QR Code untuk Batasi Pembelian BBM

Meski begitu, tantangan tetap ada. Ketergantungan pada energi fosil dan impor minyak masih menjadi masalah yang harus diatasi dalam jangka panjang.

Krisis ini menjadi peringatan bagi negara-negara ASEAN. Tanpa langkah cepat untuk diversifikasi energi dan memperkuat ketahanan, dampaknya bisa semakin luas.

Jika tidak diantisipasi, krisis energi berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan inflasi, hingga menekan daya beli masyarakat.

Berita Terkait

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600
Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI
Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998
BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah
Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah
DPR Minta BI Perkuat Instrumen Swap Line demi Jaga Stabilitas Rupiah
Pemicu Saham BBRI, BBCA Cs Turun Tajam di Awal Perdagangan: Rupiah Melemah hingga Sentimen Global Tekan Pasar
Rapat DPR dan Gubernur BI Dihujani Kritik: Rupiah, Kelas Menengah, hingga Arah Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:00 WIB

Rupiah Menguat 0,54% Usai BI Rate Naik, Dolar AS Turun ke Rp17.600

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:00 WIB

Prabowo Perketat Ekspor Sawit dan Batu Bara, Dunia Internasional Mulai Soroti Arah Baru Ekonomi RI

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:00 WIB

Rupiah Lesu, Purbaya Ungkap Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dan Krisis 1998

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:00 WIB

BI Menggunakan Cadangan Devisa untuk Menahan Tekanan Rupiah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:59 WIB

Pemerintah Siapkan Rp 420 Triliun untuk Menopang Stabilitas Rupiah

Berita Terbaru

“Kalau terbukti, ya kami tindak,” kata Purbaya di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).( Poto : istimewa )

Pemerintahan

Purbaya Siap Copot Dirjen Bea Cukai Jika Terbukti Terima Suap

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:00 WIB

Perumda Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi dan Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi melalui penandatanganan MoU di Aula Griya Mayang, Kamis (21/05/2026).( Poto : JAMBIlink).

Daerah

Tirta Mayang dan IAIMA Jambi Teken MoU Kolaborasi Baru

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:00 WIB

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional ( Poto : JambiPrima.com ).

Daerah

UKW Jambi ke-13 Dorong Wartawan Lebih Profesional

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:00 WIB

Ratusan warga Suku Anak Dalam (SAD) menggelar aksi di Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/05/2026).( Poto : JambiPrima.com).

Daerah

Warga SAD Demo di Merangin, Protes Bantuan Tak Merata

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:00 WIB