Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya!

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya! (Poto : dok. Pemprov.NTB )

Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya! (Poto : dok. Pemprov.NTB )

Mataram, jemarionline.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa mereka berhasil mengelola pengiriman ternak sapi ke wilayah Jabodetabek pada tahun 2026 dengan lebih tertata dan terkendali. Pemerintah juga memastikan bahwa sistem distribusi tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pemprov Tegaskan Perbaikan Sistem Distribusi

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, menyampaikan langsung klarifikasi terkait isu yang beredar mengenai distribusi ternak di Pelabuhan Gili Mas. Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menjalankan sistem pengaturan lalu lintas ternak secara efektif.

Ia menjelaskan bahwa NTB memegang peran penting sebagai salah satu lumbung ternak nasional. Setiap tahun, daerah ini mengirim sekitar 20 ribu ekor sapi ke wilayah Jabodetabek, terutama untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha. Oleh karena itu, pemerintah terus memperkuat pengelolaan distribusi agar tetap lancar.

Pemerintah Provinsi NTB mengidentifikasi keterbatasan kapal sebagai tantangan utama dalam proses distribusi ternak. Pemerintah kemudian mengambil langkah antisipatif sejak awal tahun 2026 untuk mengurangi potensi penumpukan di pelabuhan.

Baca Juga :  Indonesia Siapkan Dana Tambahan Rp74 Triliun untuk Pemulihan Sumatra

Ahsanul menjelaskan bahwa kepadatan yang sempat terjadi bukan akibat kegagalan sistem. Ia menilai kondisi tersebut muncul karena pengiriman ternak berlangsung bersamaan dengan distribusi hasil panen jagung. Dua arus logistik besar ini bertemu dalam waktu yang sama sehingga meningkatkan aktivitas di pelabuhan.

Namun demikian, pemerintah tetap mampu mengendalikan situasi tersebut dengan baik.

Satgas Terpadu Atur Pengiriman Lebih Terjadwal

Pemprov NTB membentuk Satuan Tugas Terpadu Lalu Lintas Hewan Kurban 2026 untuk mengatur distribusi ternak secara lebih sistematis. Satgas ini melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, instansi vertikal, serta asosiasi peternak.Pemerintah mengatur penerbitan izin dan sertifikat veteriner secara terjadwal agar pengiriman tidak menumpuk. Selain itu, pemerintah menetapkan batas maksimal 20 truk atau tronton per kabupaten/kota setiap hari sesuai jadwal kapal.

Petugas di lapangan juga aktif memberikan edukasi kepada peternak dan pelaku usaha agar menyesuaikan waktu pengiriman. Mereka memastikan kondisi kesehatan hewan tetap terjaga serta menyediakan kebutuhan dasar seperti air minum melalui dukungan BPBD dan Karantina.Pemerintah Provinsi NTB terus mendorong peningkatan kapasitas transportasi laut. Pemerintah telah mengajukan permintaan penambahan armada kapal kepada Kementerian Perhubungan melalui jalur Pelabuhan Lembar dan Gili Mas. Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan jalur tol laut melalui Pelabuhan Bima.

Baca Juga :  Asia Tenggara Mulai Waspada, BBM Dijatah hingga WFH Diberlakukan

Meski penambahan armada belum sepenuhnya terealisasi, pemerintah tetap menjaga kelancaran distribusi dengan pengaturan yang ketat dan terkoordinasi.

Komitmen Jaga Stabilitas dan Kepercayaan Pasar

Pemprov NTB memastikan bahwa proses pengiriman ternak tahun ini berlangsung aman dan tidak mengganggu peternak. Pemerintah juga terus menjaga stabilitas distribusi agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi.

Ahsanul menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan sistem yang dibangun sudah berjalan di jalur yang tepat. Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas distribusi setiap tahun sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai daerah penghasil ternak nasional yang andal.***

Berita Terkait

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH
Rupiah Terperosok ke Level Rp 17.127, Efek Eskalasi Global dan Lemahnya Fundamental
Pemerintah Tegaskan Rokok Ilegal Harus Bayar Cukai atau Tutup
Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup
NTB Genjot Aturan Daerah untuk Lawan Pinjol Ilegal dan Judi Online
2.139 PLTD Akan Dipensiunkan, Pemerintah Tekan BBM dan Percepat Energi Bersih
Pasar Saham Indonesia Bangkit, IHSG Kembali Menguat
Selat Hormuz Gonjang-ganjing, Kenapa Harga Plastik Makin Mahal?
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:30 WIB

Distribusi Ternak NTB 2026 Makin Lancar, Ini Rahasia di Baliknya!

Rabu, 15 April 2026 - 20:30 WIB

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH

Rabu, 15 April 2026 - 10:00 WIB

Rupiah Terperosok ke Level Rp 17.127, Efek Eskalasi Global dan Lemahnya Fundamental

Selasa, 14 April 2026 - 13:03 WIB

Pemerintah Tegaskan Rokok Ilegal Harus Bayar Cukai atau Tutup

Selasa, 14 April 2026 - 10:00 WIB

Krisis 2026 Diprediksi Makin Berat, Banyak Pabrik Terancam Tutup

Berita Terbaru

Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati ( Poto : dok.AFP/OLIVER CONTRERAS/CNBC Indonesia )

Internasional

Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati

Rabu, 15 Apr 2026 - 23:30 WIB

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH (Poto:dok.OJK)

Ekonomi

OJK Perkuat Peran Pesantren Lewat FEBIS dan SAKINAH

Rabu, 15 Apr 2026 - 20:30 WIB

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-78 Pesisir Selatan

Daerah

Wawako Azhar Hadiri HUT ke-78 Pesisir Selatan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:30 WIB