Jemarionline – Wacana penghapusan dana pensiun seumur hidup bagi anggota DPR kembali mencuat.
Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR, Firman Soebagyo, mendukung langkah tersebut.
Ia bahkan mengusulkan agar anggaran pensiun dialihkan ke sektor yang lebih membutuhkan.
Dialihkan untuk Guru Honorer dan Tenaga Kesehatan
Menurut Firman, dana tersebut sebaiknya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan:
- guru honorer
- tenaga kesehatan (nakes)
Ia menilai kedua profesi ini memiliki kontribusi besar, namun belum mendapat perhatian maksimal dari negara.
Didukung Putusan Mahkamah Konstitusi
Usulan ini sejalan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang menghapus skema pensiun seumur hidup bagi pejabat negara.
Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah menuju:
- keadilan
- transparansi keuangan negara
Dinilai Lebih Adil untuk Rakyat
Firman menilai kebijakan lama kurang adil.
Pasalnya, pejabat yang menjabat dalam waktu terbatas tetap mendapat pensiun seumur hidup.
Sementara itu, banyak masyarakat bekerja sepanjang hidup tanpa jaminan serupa.
Usulan Diperluas ke Pejabat Lain
Tidak hanya DPR, penghapusan ini juga diusulkan berlaku untuk:
- anggota DPD
- pejabat eselon
- direksi dan komisaris BUMN
- kepala daerah
Tujuannya agar penghematan anggaran lebih maksimal dan berdampak luas.
Kesimpulan
Penghapusan dana pensiun seumur hidup dinilai sebagai langkah reformasi kebijakan.
Selain menghemat anggaran, kebijakan ini diharapkan bisa:
- meningkatkan kesejahteraan profesi penting
- menciptakan rasa keadilan sosial









