JAKARTA – Sebanyak 492 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumatera dihentikan sementara operasionalnya mulai 9 Maret 2026.
Penghentian ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) karena ratusan dapur tersebut belum memenuhi persyaratan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Dapur yang dihentikan merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyiapkan makanan bagi penerima program MBG.
Belum Memiliki Sertifikat Higiene
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, mengatakan banyak dapur belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Sertifikat ini menjadi bukti bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan makanan.
Tanpa sertifikat tersebut, dapur belum dinilai layak untuk mengolah dan menyalurkan makanan kepada penerima program.
“Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disediakan benar-benar aman dan sehat,” ujarnya.
Sebaran Dapur yang Dihentikan
BGN mencatat dapur yang dihentikan tersebar di beberapa provinsi di Sumatera, yaitu:
-
Sumatera Utara: 252 dapur
-
Lampung: 77 dapur
-
Aceh: 76 dapur
-
Sumatera Barat: 69 dapur
-
Riau: 9 dapur
-
Kepulauan Riau: 5 dapur
-
Bengkulu: 4 dapur
Sementara itu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung dilaporkan tidak memiliki dapur yang melanggar aturan tersebut.
Bisa Beroperasi Lagi
BGN menegaskan penghentian ini hanya bersifat sementara.
Pengelola dapur diminta segera mengurus sertifikat higiene sanitasi agar operasional dapat kembali berjalan.
Jika seluruh persyaratan telah dipenuhi dan proses verifikasi selesai, dapur MBG tersebut dapat kembali melayani program makan bergizi gratis bagi masyarakat.









