Prabowo dan Ideologi Realisme dalam Politik Global

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 23:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam forum kenegaraan yang menyinggung arah kebijakan dan posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik dunia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam forum kenegaraan yang menyinggung arah kebijakan dan posisi Indonesia dalam dinamika geopolitik dunia.

Jemarionline – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, kerap dikaitkan dengan pendekatan realisme dalam melihat hubungan internasional. Pandangan ini menekankan pentingnya kekuatan negara, kepentingan nasional, dan strategi dalam menghadapi dinamika politik global.

Dalam teori hubungan internasional, realisme memiliki akar pemikiran yang panjang. Salah satu tokoh awalnya adalah Thucydides. Ia menulis tentang perang antara Athena dan Sparta serta menunjukkan bahwa konflik sering terjadi karena perebutan kekuatan dan kepentingan.

Baca Juga :  Government Assures Indonesia–US Data Transfer Will Follow Law and Protect Public Rights

Pemikiran serupa juga muncul dari Kautilya. Dalam karya klasik Arthashastra, ia menjelaskan bagaimana negara harus mengutamakan kepentingannya sendiri dalam hubungan antarnegara. Strategi diplomasi, aliansi, dan kekuatan militer menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan.

Pada era modern, teori realisme banyak dikembangkan oleh akademisi seperti John J. Mearsheimer. Ia menilai bahwa negara besar cenderung berupaya memperkuat pengaruhnya untuk menjaga keamanan dan posisi strategis di dunia.

Baca Juga :  Iran Tutup Wilayah Udara Akibat Protes, Ketegangan Politik Meningkat

Pendekatan ini sering terlihat dalam cara negara menyusun kebijakan luar negeri. Negara tidak hanya mengandalkan kerja sama internasional, tetapi juga memperhitungkan kekuatan ekonomi, militer, dan geopolitik.

Dalam konteks Indonesia, pendekatan realistis dapat terlihat dari upaya memperkuat pertahanan, menjaga kemandirian nasional, serta memperluas kerja sama strategis dengan berbagai negara. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga kepentingan nasional di tengah persaingan global yang semakin kompleks.

Berita Terkait

Polandia Borong Emas Saat Dunia Cemas, Rusia Justru Jual Cadangan, Ada Apa?
Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions, Arteta: Ini Momen Luar Biasa
Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati
Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia
AS Kecolongan, Kapal Tanker China Berhasil Tembus Selat Hormuz
AC Milan Siapkan Dana Besar, Ini Deretan Striker Bintang yang Masuk Radar
Kanada Ingin Kurangi Ketergantungan pada Amerika Serikat
Dua Kapal Perang AS Masuki Selat Hormuz, IRGC Beri Peringatan Keras
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:00 WIB

Polandia Borong Emas Saat Dunia Cemas, Rusia Justru Jual Cadangan, Ada Apa?

Kamis, 16 April 2026 - 10:04 WIB

Arsenal Lolos ke Semifinal Liga Champions, Arteta: Ini Momen Luar Biasa

Rabu, 15 April 2026 - 23:30 WIB

Perundingan Lebanon–Israel Berakhir, Ini Hasil yang Disepakati

Rabu, 15 April 2026 - 01:00 WIB

Filipina Minta Izin AS untuk Tambah Impor Minyak Rusia

Selasa, 14 April 2026 - 19:00 WIB

AS Kecolongan, Kapal Tanker China Berhasil Tembus Selat Hormuz

Berita Terbaru

Foto: Jambiupdate.co

Daerah

Transformasi Desa Digital Dorong Layanan Modern di Kerinci

Kamis, 23 Apr 2026 - 23:00 WIB

KPK memeriksa 55 saksi outsourcing dalam kasus dugaan korupsi pengadaan di Pemkab Pekalongan yang menyeret Bupati nonaktif Fadia Arafiq.( Poto : dok.detikcom)

Hukum

KPK Panggil 55 Saksi Outsourcing dalam Kasus Fadia Arafiq

Kamis, 23 Apr 2026 - 21:00 WIB

SPPG Polri Pejaten uji coba sistem MBG prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1 Jakarta. Program ini melatih disiplin siswa sekaligus meningkatkan layanan gizi.( Poto : detiknews).

Nasional

SPPG Polri Uji Coba MBG Prasmanan di SMA Pejaten

Kamis, 23 Apr 2026 - 20:00 WIB