Cadangan Devisa China Tembus Rekor, Emas Jadi Andalan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Cadangan Devisa China Tembus Rekor, Emas Jadi Andalan

Cadangan Devisa China Tembus Rekor, Emas Jadi Andalan

Beijing, 18 Februari 2026 – Cadangan devisa China mencapai rekor tertinggi di awal 2026. Lonjakan ini dipicu oleh peningkatan kepemilikan emas dan aset berbasis dolar.

Data terbaru menunjukkan total cadangan devisa mencapai sekitar US$ 3,4 triliun, tertinggi sejak 2015. Bank sentral China, People’s Bank of China, terus membeli emas untuk memperkuat cadangan negara.

Baca Juga :  Prabowo Paparkan MBG dan Pemberantasan Korupsi di Depan Pengusaha AS

Analis menilai langkah ini membantu China mengurangi ketergantungan pada dolar AS. “Diversifikasi cadangan dengan emas memberikan stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global,” kata pengamat pasar.

Fenomena serupa terlihat di negara lain. Banyak negara menambah porsi emas dalam cadangan mereka sebagai aset safe haven dari gejolak geopolitik dan fluktuasi mata uang.

Baca Juga :  Inti Gagasan: NPL Jangan Dipidanakan

Dengan cadangan devisa yang kuat, China memiliki bantalan lebih besar untuk menghadapi tekanan ekonomi, termasuk perdagangan internasional dan nilai tukar mata uang.

Berita Terkait

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026
Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:00 WIB

Kementerian ESDM Setujui 664 RKAB Tambang Minerba hingga Juni 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Berita Terbaru