Jemarionline.com, Jakarta – 13 Februari 2026 Bank sentral beberapa negara mulai bersaing dalam menambah atau melepas cadangan emas mereka. China dilaporkan agresif membeli emas dalam jumlah besar, sementara Filipina justru menjual sebagian cadangannya. Fenomena ini disebut para analis sebagai “perang cadangan emas”.
China menambah cadangan emasnya untuk memperkuat posisi devisa di tengah gejolak ekonomi global dan fluktuasi mata uang utama seperti dolar AS dan yen. Langkah ini menunjukkan strategi jangka panjang Beijing untuk mengurangi risiko finansial dan geopolitik.
Di sisi lain, Filipina melepas sebagian emasnya, kemungkinan untuk menambah likuiditas atau menyesuaikan portofolio cadangan. Perbedaan strategi ini menunjukkan bahwa setiap negara menghadapi risiko dan prioritas berbeda dalam menjaga stabilitas ekonomi.
Lonjakan pembelian emas global membuat harga logam mulia ini terus naik. Para pakar memperingatkan bahwa tren ini bisa mempengaruhi stabilitas pasar dan menggeser posisi instrumen keuangan tradisional seperti obligasi pemerintah AS.
Fenomena ini menegaskan bahwa emas kembali menjadi aset strategis utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.









