Lonjakan Kasus Gangguan Tidur, Ahli Kesehatan Ingatkan Dampaknya bagi Imunitas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang mengalami gangguan tidur (insomnia).

Ilustrasi seseorang mengalami gangguan tidur (insomnia).

Jemarionline – Ahli kesehatan mengungkapkan terjadi peningkatan kasus gangguan tidur di masyarakat, terutama pada kelompok usia produktif. Kondisi ini dinilai berkaitan erat dengan stres kerja, penggunaan gawai berlebihan, serta pola tidur yang tidak teratur.

Gangguan tidur seperti insomnia, tidur tidak nyenyak, hingga sering terbangun di malam hari kini semakin banyak dikeluhkan pasien. Padahal, tidur memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan mental.

Baca Juga :  Tidur Cukup 7–8 Jam Sehari Bisa Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

Dokter spesialis kesehatan masyarakat, dr. Sinta Lestari, menjelaskan kurang tidur dapat menurunkan sistem imun dan meningkatkan risiko berbagai penyakit.
“Orang yang kurang tidur lebih rentan terkena infeksi, mudah lelah, dan sulit berkonsentrasi,” katanya.

Selain itu, gangguan tidur dalam jangka panjang juga dapat memicu obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, masyarakat disarankan mulai menerapkan kebiasaan tidur sehat, seperti tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, membatasi penggunaan ponsel sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan kamar yang nyaman.

Baca Juga :  Manfaat Meditasi untuk Kesehatan Mental: Cara Sederhana Kurangi Stres dan Cemas

Ahli juga menyarankan agar gangguan tidur yang berlangsung lebih dari dua minggu segera dikonsultasikan ke tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berita Terkait

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak
Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018
Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!
Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains
72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup
Cara Mengurangi Stres Kerja Secara Efektif
5 Buah yang Bantu Turunkan Asam Urat Secara Alami
Tips Orang Tua Kurangi Gadget Anak Saat Liburan Sekolah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 11:00 WIB

Program MBG Lombok Barat Terhenti Sementara, Puluhan Ribu Penerima Terdampak

Jumat, 10 April 2026 - 04:00 WIB

Rasio Klaim BPJS Kesehatan Tembus 111,86 Persen, Tertinggi Sejak 2018

Kamis, 9 April 2026 - 18:00 WIB

Tren Minum Lemon + Minyak Zaitun Viral, Penderita GERD Wajib Hati-hati!

Selasa, 7 April 2026 - 16:00 WIB

Hari Kesehatan Sedunia 2026: Ajakan Dunia untuk Percaya pada Sains

Senin, 6 April 2026 - 22:00 WIB

72 Siswa Keracunan MBG, DPR Minta SPPG Pondok Kelapa Ditutup

Berita Terbaru

Innova Reborn Diesel Masih Laris Keras di 2026, Kalahkan Zenix ( Poto : dok.Toyota/detikoto)

OTOMOTIF

Innova Reborn Diesel Masih Laris Keras di 2026, Kalahkan Zenix

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:00 WIB

AS Kecolongan, Kapal Tanker China Berhasil Tembus Selat Hormuz (dok.CNBC Indonesia)

Internasional

AS Kecolongan, Kapal Tanker China Berhasil Tembus Selat Hormuz

Selasa, 14 Apr 2026 - 19:00 WIB

DPR Pertanyakan Dasar Hukum “War Ticket Haji” (dok.Madaninews.id)

Nasional

DPR Pertanyakan Dasar Hukum “War Ticket Haji”

Selasa, 14 Apr 2026 - 17:41 WIB

Jaksa Agung Rotasi 65 Kajari di Seluruh Indonesia ( dok.CNN Indonesia)

Nasional

Jaksa Agung Rotasi 65 Kajari di Seluruh Indonesia

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:35 WIB

Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

BRI Bagi Dividen Rp346 per Saham, Catat Tanggal Pentingnya

Selasa, 14 Apr 2026 - 15:00 WIB