Presiden Indonesia Umumkan Kebijakan Fiskal 2026 untuk Memperkuat Ekonomi Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Antara

Foto: Antara

Jemarionline – Presiden Indonesia mengumumkan kebijakan fiskal nasional untuk tahun 2026 dalam konferensi pers di Istana Negara, Kamis, 23 Januari 2026. Kebijakan ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat stabilitas fiskal, dan mendukung investasi domestik maupun asing.

Fokus utama kebijakan mencakup insentif pajak bagi sektor strategis, peningkatan belanja infrastruktur, dan dukungan bagi UMKM agar produktivitas meningkat. Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan anggaran negara.

Baca Juga :  Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ajak Semua Pihak Jujur Melihat Kenyataan

Dampak Kebijakan Fiskal

Beberapa poin penting yang disampaikan:

  • Penurunan tarif pajak untuk sektor teknologi dan energi bersih

  • Peningkatan alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan transportasi

  • Program dukungan finansial bagi UMKM dan startup lokal

Ekonom menilai kebijakan ini dapat memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kancah global dan menarik investor baru. Namun, sebagian pengamat menyoroti perlunya pengawasan ketat agar kebijakan fiskal tidak menimbulkan defisit anggaran yang tinggi.

Respon Partai Politik dan Lembaga Terkait

Sejumlah partai politik menyambut kebijakan ini dengan dukungan penuh. Beberapa legislatif mengusulkan tambahan pengawasan implementasi dan mekanisme transparansi agar manfaat kebijakan dirasakan secara merata.

Baca Juga :  PDB RI Tumbuh 5,61% di Awal 2026, Lampaui Ekspektasi Pasar

Lembaga-lembaga ekonomi dan asosiasi bisnis juga menilai langkah ini positif untuk meningkatkan investasi dan memperkuat sektor strategis nasional.

Langkah Selanjutnya

Kebijakan fiskal 2026 akan mulai diterapkan pada kuartal pertama tahun ini. Pemerintah berencana melakukan evaluasi berkala dan menyesuaikan langkah-langkah strategis untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi tercapai.

Berita Terkait

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan
Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran
Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar
Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027
Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia
Family Office Berpotensi Bawa Ratusan Miliar Dolar AS ke Indonesia
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
DJP Blokir 36 Rekening Wajib Pajak di 14 Bank, Tunggakan Capai Rp17 Miliar
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

Asing Kembali Borong Saham RI, Net Buy Rp492 Miliar di 10 Emiten Pilihan

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:00 WIB

Harga Emas Ambruk 4%, Nyaris Jebol Level US$ 4.000 di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:00 WIB

Bahlil Buka Suara soal Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Sebut Ikuti Harga Pasar

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:00 WIB

Rupiah Menguat Mulai Juli, Purbaya Targetkan Stabil Rp16.800 per Dolar AS pada 2027

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:00 WIB

Media Asing Soroti Kenaikan Mendadak BI Rate, Investor Asing Langsung Dihubungi Bank Indonesia

Berita Terbaru