Jemarionline – Upaya pencarian pesawat ATR 42‑500 milik Indonesia Air Transport yang hilang kontak masih terus berlangsung. Pesawat ini terbang dari Yogyakarta menuju Makassar dan hilang kontak sekitar pukul 13.17 WIB pada 20 Januari 2026.
Pesawat membawa 11 orang, termasuk delapan kru dan tiga pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Lokasi terakhir pesawat diketahui berada di kawasan Leang‑Leang, Maros, Sulawesi Selatan, yang memiliki medan pegunungan cukup sulit.
Tim SAR Dikerahkan untuk Pencarian
Pencarian dilakukan oleh tim SAR nasional, dengan dukungan:
-
Helikopter dan drone untuk pemantauan udara
-
Tim darat untuk menjangkau lokasi terpencil
-
Peralatan canggih untuk deteksi puing
Hingga saat ini, puing pesawat sudah ditemukan, namun keberadaan penumpang masih belum dikonfirmasi. Pemerintah terus melakukan koordinasi dengan keluarga korban dan otoritas terkait.
Tindakan Pemerintah dan Otoritas
Kementerian Perhubungan dan Basarnas menyatakan fokus utama adalah menemukan korban secepat mungkin. Selain itu:
-
Rute penerbangan dan rekaman komunikasi sedang dianalisis
-
Semua maskapai diingatkan untuk meningkatkan prosedur keselamatan
-
Publik diminta tetap tenang dan menunggu informasi resmi
Dampak dan Respons Publik
Hilangnya pesawat ATR 42‑500 ini menjadi perhatian nasional. Masyarakat mengikuti perkembangan melalui media online dan sosial media. Banyak pihak mengapresiasi upaya cepat tim SAR dan berharap korban segera ditemukan.









